ISPI Gelar Dialog Pendidikan

Wednesday, 29 September 2010 (07:26) | 204 views | Print this Article

PURWOKERTO-Permasalahan pendidikan di Banyumas sebenarnya bukan hanya menjadi tanggung jawab pemerintah semata, tetapi juga seluruh elemen masyarakat. Persoalan angka anak putus sekolah misalnya, seharusnya perlu diselesaikan bersama.

Semua elemen harus berfikir bagiamana mendorong agar seluruh anak usia sekolah di Banyumas bisa mengenyam pendidikan.

Hal itu terungkap dalam acara halal bihalal dan dialog pendidikan Ikatan sarjana Pendidikan (ISPI) Cabang Banyumas di aula SMA N 2 Purwokerto, Minggu (26/9).

Menurut Kepala Dinas Pendidikan Banyumas, Purwadi Santoso, Undang-undang Sisdiknas telah menerapkan sistem paradigma kritis yang memberikan kesempatan seluas-luasnya bagi masyarakat untuk mendapatkan pendidikan di bangku sekolah. Apalagi pemerintah juga telah memberikan dana Bantuan Operasional Sekolah (BOS) yang bertujuan agar anak usia sekolah bisa bersekolah.

“Saat ini telah diterapkan otonomi pendidikan dan sekolah. Artinya, untuk memajukan pendidikan, pelaksanaannya diserahkan secara penuh ke daerah. Meski begitu perencanaan dan supervisinya tetap dilakukna pusat sehingga seluruh elemen, baik pemerintah maupun masyarakat, semestinya berupaya untuk mengimplementasikan otonomi pendidikan tersebut, “katanya.

Namun, lanjut dia, untuk mewujudkannya cukup sulit. Di Banyumas, APK untuk SD sudah di atas 100 persen. SEdangkan APK SMP telah mencapai 90 persen dari sebelumnya yang hanya 87 persen, sehingga masih ada 10 persen anak yang belum sekolah.

Sementara APK SMA sudah mencapai 60 persen dari yang sebelumnya 57 persen. Karena itu, dalam mewujudkan perubahan di dunia pendidikan dalam suatu titik tertentu, perlu adanya urun rembug dan masukan dari berbagai komponen pendidikan.

Menurut Eko Priyono, Guru SMKN 2 Bawang, sekarang ada kecenderungan masyarakat kehilangan jati dirinya. Sehingga, kata dia, diperlukan adanya pendidikan karakter. Dengan begitu, permsalahan di dunia pendidikan nisa terpecahkan.

Adapun Purwadi mengatakan, sebenarnya pendidikan itu merupakan salah satu upaya untuk membangun karakter. bahkan seluruh pelajaran yang diberikan kepada peserta didik merupakan upaya untuk membangun karakter.

Deni Kurniawan As’ari, Pengurus ISPI, menjelaskan, acara dialog yang digagas ISPI itu sebagai weahana untuk pertukaran informasi serta urun rembug dalam memecahkan permasalahan pendidikan di Banyumas. Selain itu, memupuk kebersamaan dan kerjasama yang sinergis antara ISPI dan keluarga pendidikan Banyumas (H48-35)

Suara Merdeka.

Tulisan lain yang berkaitan:

Tidak ada tulisan lain yang berkaitan!
Tulisan berjudul "ISPI Gelar Dialog Pendidikan" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Wednesday, 29 September 2010 (07:26)) pada kategori ISPI Cabang/Daerah, Kegiatan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0.
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itRedditTechnoratiBlinklist
DesignfloatDiigoMixxMeneameFurlMagnolia

6 Responses to "ISPI Gelar Dialog Pendidikan"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. Money Making Guide…

      If you want a good to check good money making guide and want to learn how to make money on internet then visit my site….

    2. abets…

      I just moved from Colorado to Michigan. Yes, MI does have some nice breweries like Bells and Founders but there is something missing. Its probably the lack of altitude…

    3. Sites we like…

      […]in the following are several hyper-links to websites online we connect to for the fact we think they are definitely worth browsing[…]…

    4. … [Trackback]…

      […] Informations on that Topic: ispi.or.id/2010/09/29/ispi-gelar-dialog-pendidikan/ […]…

    5. Recommended Websites…

      […]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[…]…

    6. … [Trackback]…

      […] Find More Informations here: ispi.or.id/2010/09/29/ispi-gelar-dialog-pendidikan/ […]…



    Komentar Anda?

    «
    »