REKAYASA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA

Monday, 18 October 2010 (14:49) | 413 views | Print this Article

Karakter tidak otomatis berkembang pada diri warga bangsa atau peserta didik. Perlu ada rekayasa sosial yang dirancang dan dilaksanakan secara sadar dengan arah yang jelas. Rekayasa sosial ini semakin penting, karena karakter bersifat multidimensi yang memerlukan partisipasi dari berbagai pihak. Sekolah /lembaga pendidikan secara mandiri tidak akan mampu mengembangkan karakter di kalangan peserta didik. Rekayasa sosial untuk pembangunan karakter perlu direncanakan dan dilaksanakan sebaik dan secermat mungkin. Proses ini berlangsung amat panjang, bahkan berlangsung sepanjang massa khususnya lewat pendidikan dan pendidIkan ilmu-ilmu sosial atau IPS memiliki peran sentral dalam pembangunan karakter bangsa.

Demikian disampaikan guru besar UNY, Prof. Dr. Zamroni dalam seminar internasional “The Role of Social Studies in The Contex of Nations and Character Buiilding”, yang diselenggarakan Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) bekerjasama dengan Fakultas Ilmu sosial (FIS) Universitas Negeri Makasar dan HISPISI Daerah Sulawesi Selatan.

Seminar yang berlangsung di Hotel Clarion , 13-14 Juli 2010, dihadiri pengurus pusat HISPISI, dosen, guru, mahasiswa dengan nara sumber lain Prof. Udin S.Winataputra,MA, Prof.Tsuchiya Takeshi , Prof.Dr. Arismunandar,MPd dan para pakar pendidikan karakter & integritas publik pada Paralel Session antara lain dari UNY, Dr. Muhsinatun S.Masruri, dan Suhadi Purwantara, MSi. Hadir juga pada kesempatan tsb Dekan FISE UNY, Pembantu Dekan 2, Kepala Kantor Humas ,Promosi yang juga pengurus pusat HISPISI sebagai peserta.

Lebih jauh Zamroni mengatakan karakter bangsa dibentuk oleh berbagai campuran dari sifat-sifat yang ada, seperti sosialibilitas, ketulusan, kejujuran, kebanggaan, keterbukaan, kerja keras, dan semangat untuk berprestasi. Karakter bangsa akan muncul sebagai keterpaduan dan keseimbangan dari berbagai karakteristik moral di atas. Oleh karena itu, suatu karakter bangsa mesti dikembangkan berdasarkan nilai-nilai tradisi yang dimiliki bangsa itu sendiri dipadukan dengan konteks bangsa yang ada seperti, lembaga-lembaga, kebiasaan-kebiasaan, dan kebudayaan bangsa serta agama yang dinut mayoritas warga bangsa tersebut. Karakter bangsa juga sangat erat kaitannya dengan sistem politik yang ada. Bahkan suatu konstitusi suatu bangsa merupakan cerminan karakter bangsa yang bersangkutan. Dapat dikatakan bahwa karakter bangsa merupakan suatu basis untuk melahirkan kesadaran nasional dan jiwa patriotisme bangsa yang merupakan fondasi bagi terwujudnya bagsa yang mandiri, merdeka dan berdaulat.

Zamroni menegaskan dalam kaitan membangun jati diri dan identitas diri sebagai suatu bangsa atau karakter dalam hal ini, maka semua komponen bangsa harus mengambil peran, antara lain lewat pendidikan dalam arti luas yang dapat diperankan oleh keluarga, media massa, pemerintah dan lembaga sistem persekolahan atau pendidikan formal.

Terkait dengan pendidika, berbagai perubahan perlu dilakukan antara lain: dunia pendidikan harus mulai menekankan pada kultur sekolah sehingga memungkinkan warga sekolah untuk bekerja terbaik guna prestasi terbaik dan penilaian prestasi tidak hanya terbatas dalam aspek intelektual yang ditunjukkan dalam nilai ujian, tetapi juga aspek karakter. Reorientasi pembelajaran juga diperlukan agar pembelajaran ilmu-ilmu sosial dapat memberikan kontribusi maksimal dalam proses mempercepat pembangunan karakter bangsa. Inti dari tujuan pembelajaran adalah mengembangkan “knowing” peserta didik, bukan nya “thingking”. Untuk itu, tujuan, materi dan organisasi pelaksanaan ilmu-ilmu sosial perlu ditinjaun ulang dan direvisi, tegasnya.

Sekjen DPP HISPISI yang juga Dekan FISE UNY, Sardiman AM,MPd menjelaskan seminar ini merupakan program kerja HISPISI Thun 2010. Setelah Makasar, seminar Internasional berikutnya akan dilanjutkan di Malaka Malaysia dan Jepang. Terkait dengan pendidikan karakter, hasil seminar ini akan ditindaklanjuti oleh HISPISI sehingga dapat memberikan kontribusi nyata dalam pembangunan karakter bangsa. (lensa)

Tulisan lain yang berkaitan:

imgPengurus Pusat HISPISI Periode 2011-2015 Dikukuhkan (Monday, 23 January 2012, 300 views, 0 respon) Pengurus Pusat Himpunan Sarjana Pendidikan Ilmu-Ilmu Sosial Indonesia (HISPISI) `Periode 2011-2015, hasil Kongres ke XIII, dikukuhkan oleh Ketua Umum...
Tulisan berjudul "REKAYASA PEMBENTUKAN KARAKTER BANGSA" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Monday, 18 October 2010 (14:49)) pada kategori Himpunan Sarjana Pendidikan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.