Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah

Thursday, 10 March 2011 (13:53) | 1,107 views | Print this Article

Oleh Drs. Sawali, M.Pd —Ketua MGMP Bahasa Indonesia SMP Kabupaten Kendal dan Sekretaris Umum Dewan Kesenian Kabupaten Kendal—

Drs. Sawali, M.Pd
Dalam satu dekade belakangan ini, nurani kita tercabik-cabik dan terharu-biru oleh maraknya aksi kekerasan yang brutal dan sadis berkedok agama. Kasus yang dengan telanjang menampilkan ulah bar-bar dan premanisme sebagaimana yang tertayang di layar kaca bukanlah karakter bangsa kita yang sesungguhnya. Kekerasan yang terjadi di Cikeusik atau Temanggung beberapa waktu yang silam, misalnya, makin membuka mata kita bahwa sakralitas makna “Bhineka Tunggal Ika, Tan Hana Dharma Mangrwa”, diakui atau tidak, sudah mulai luntur. Dan ini, jelas menjadi perkara serius yang perlu segera dituntaskan sebelum akhirnya mewabah menjadi “penyakit sosial” yang bisa meluluhlantakkan basis keindonesiaan kita yang sejak dulu amat toleran terhadap perbedaan. Apalagi, kasus-kasus yang mencuat ke permukaan terkait langsung dengan masalah keyakinan, kepercayaan, atau agama yang menjadi salah satu hak dasar dan asasi setiap warga bangsa. Ini artinya, tak seorang pun yang berhak untuk mencampuri dan mengintervensi hak-hak setiap warga negara yang mendasar dan asasi itu.

Taruhlah keyakinan perorangan atau sekelompok orang dianggap menyimpang atau bertentangan dengan “keyakinan” mainstream yang ada di negeri ini, tetapi tidak lantas berarti harus dituntaskan dengan cara-cara kekerasan yang justru amat bertentangan secara diametral dengan keyakinan agama apa pun. Bukankah setiap agama selalu mengajarkan nilai-nilai cinta dan kasih sayang kepada sesama secara universal? Sungguh tidak bisa dipahami kalau pada akhirnya muncul “perilaku sesat” lewat tampilan preman dengan menenteng pentungan atau senjata tajam di ruang-ruang publik. Sungguh tidak bisa dimengerti kalau ada sekelompok orang yang berteriak di jalanan dengan menyebut-nyebut nama Tuhan, tetapi wajah mereka menunjukkan keangkuhan dan kegarangan dengan tangan menenteng senjata tajam berlumuran darah segar.

Dalam kondisi seperti itu, idealnya negara harus “hadir” di tengah kecamuk kekerasan yang membadai semacam itu. Namun, sayang sekali, negara melalui aparat yang berwenang dinilai selalu hadir terlambat sehingga kekerasan demi kekerasan terus berlangsung tanpa ada upaya untuk mencegah sejak dini. Sejak peristiwa berdarah Mei 1998, entah sudah berapa nyawa yang melayang sia-sia akibat praktik premanisme dan vandalisme berbau SARA.

Mungkin ada benarnya kalau ada yang bilang bahwa kekerasan berbau SARA yang seringkali terjadi di negeri ini merupakan manifestasi kesalahpahaman akibat lemahnya pemaknaan terhadap perbedaan. Perbedaan belum dipahami secara utuh sebagai sebuah “rahmah”, tetapi justru dipersempit hingga menimbulkan pemaknaan eksklusif yang memicu tumbuhnya sikap fanatisme sempit. Mereka yang tidak sepaham dianggap sebagai pihak lain yang mesti dimusuhi yang tidak jarang diikuti dengan aksi-aksi agitasi dan provokasi. Imbas yang muncul dari situasi seperti itu adalah banyaknya orang yang tidak tahu apa-apa, tetapi terlibat secara masif dalam aksi-aksi premanisme yang tidak mereka sadari.

Dalam konteks demikian, dibutuhkan pemaknaan secara utuh terhadap nilai-nilai multikultural sejak dini, sehingga generasi masa depan negeri ini bisa memandang perbedaan sebagai sebuah “rahmah”, melihat keberagaman sebagai pola perilaku yang khas di tengah-tengah negeri yang secara “sunatullah” memang telah “ditakdirkan” sebagai bangsa yang multibudaya. Sampai kapan pun, akar kekerasan akan menjadi ancaman laten selama nilai-nilai primordialisme dipahami secara naif dan sempit.

Salah satu upaya strategis yang bisa dilakukan untuk membangun generasi masa depan yang “sadar budaya” semacam itu adalah penanaman nilai keberagaman melalui pendidikan multikultural di sekolah. Di tengah kompleksnya persoalan-persoalan pendidikan seperti saat ini, memang bukan hal yang mudah untuk merevitalisasi dan mengokohkan pendidikan multikultural dalam dunia persekolahan kita. Banyak kalangan menilai, generasi Indonesia saat ini merupakan generasi yang tengah mengalami “gegar budaya”. Pada satu sisi, anak-anak muda yang tengah gencar memburu ilmu di bangku pendidikan tak pernah berhenti mendapatkan asupan “gizi” tentang nilai-nilai keluhuran budi dan akhlakul karimah, tetapi pada sisi yang lain, mereka juga tidak bisa menutup mata terhadap maraknya berbagai perilaku anomali sosial, kerusuhan, dan kekerasan yang berlangsung vulgar dan telanjang di tengah-tengah kehidupan masyarakat. Dalam situasi seperti itu, peserta didik mengalami “kepribadian yang terbelah”, sehingga tak jarang berada di persimpangan jalan ketika dihadapkan pada situasi yang saling kontradiktif.

Meski demikian, tidak lantas berarti bahwa institusi pendidikan sebagai “kawah candradimuka peradaban” boleh bersikap abai dan melakukan pembiaran secara terus-menerus dan berkelanjutan terhadap perilaku generasi yang “gegar budaya” semacam itu. Melalui berbagai pendekatan dan model-model pembelajaran yang menarik, peserta didik perlu diajak berdiskusi, bersimulasi, dan berdialog bagaimana cara hidup saling menghormati, tulus, dan toleran terhadap keanekaragaman budaya yang ada di tengah-tengah masyarakat plural. Sekolah perlu di-setting dan didesain sebagai wadah simulasi terhadap berbagai fenomena hidup dan kehidupan Indonesia yang serba-plural.

Pendidikan multikultural, dengan demikian, tidak cukup menjadi tanggung jawab guru mata pelajaran tertentu, tetapi perlu diimplementasikan secara integral ke dalam berbagai materi pembelajaran yang relevan dengan mata pelajaran yang bersangkutan. Tidak ada salahnya, peserta didik diajak berdialog dan belajar menumbuhkan kepekaannya terhadap kasus kekerasan yang terjadi. Bagaimana respon dan sikap peserta didik terhadap aksi-aksi kekerasan yang terjadi bisa dijadikan sebagai masukan berharga dalam proses pembelajaran berbasis pendidikan multikultural. Guru perlu memberikan kebebasan kepada subjek didik untuk merespon dan menyikapinya, sehingga mereka merasa dihargai dan diperlakukan sebagai sosok yang amat dibutuhkan kehadirannya dalam proses pembelajaran.

Meskipun demikian, guru dalam fungsinya sebagai fasilitator dan mediator pembelajaran perlu memberikan penguatan agar pengalaman belajar yang mereka peroleh bisa dikonstruksi menjadi pengetahuan baru tentang nilai-nilai multikultural itu. Jika dikemas dalam proses pembelajaran yang menarik dan menyenangkan, bukan mustahil kelak mereka akan menjadi generasi yang “sadar budaya” sehingga mampu menyandingkan keberagaman sebagai kekayaan budaya bangsa yang perlu dihormati dengan sikap toleran, tulus, dan jujur. ***

Tulisan lain yang berkaitan:

imgMerenungi Grand Design Pendidikan Dalam Bingkai UU Sisdiknas (Thursday, 30 January 2014, 599 views, 0 respon) Sudah sangat sering terjadi perdebatan para elit bangsa dengan menempatkan persoalan ekonomi sebagai poros utama untuk perbaikan kehidupan bangsa,...
imgUngkapan Harapan di Momentum Hari Guru Nasional 2013 (Thursday, 21 November 2013, 4,000 views, 10 respon) Oleh Admin—www.ispi.or.id Assalamu a’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh Dalam rangka memperingati Hari Guru Nasional yang jatuh pada...
imgProfesionalisme Guru (Pendidik) Dalam Era Globalisasi, Implikasi, Peluang dan Tantangannya (Thursday, 21 November 2013, 8,187 views, 0 respon) Oleh : Prof. Dr. H. Soedijarto, MA Ketua Dewan Pembina ISPI I. Pendahuluan Dalam memulai paparan ini ijinkanlah saya menyampaikan paparan saya ini...
imgSistem Pendidikan Saat Ini Kurang Bermakna Bagi Pembangunan (Thursday, 21 October 2010, 547 views, 766 respon) Kapanlagi.com – Sistem penyelenggaraan pendidikan di Indonesia yang terkesan apa adanya akan menjadi beban dan masalah bagi bangsa pada masa...
imgPendidikan di Kepri (Dinamika dan Problematikanya) (Wednesday, 22 September 2010, 1,391 views, 118 respon) Oleh Maswito (Guru SMK 1 Tanjungpinang dan Pengurus ISPI Pulau Bintan, Kepri) PEMBANGUNAN pendidikan sebagai komponen integral dari pembangunan...
Tulisan berjudul "Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Thursday, 10 March 2011 (13:53)) pada kategori Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

800 Responses to "Implementasi Pendidikan Multikultural di Sekolah"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. Cool sites…

      […]we came across a cool site that you might enjoy. Take a look if you want[…]……

    2. Read was interesting, stay in touch……

      […]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[…]……

    3. Great website…

      […]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[…]……

    4. Websites worth visiting…

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    5. Blogs ou should be reading…

      […]Here is a Great Blog You Might Find Interesting that we Encourage You[…]……

    6. Cool sites…

      […]we came across a cool site that you might enjoy. Take a look if you want[…]……

    7. Sources…

      […]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[…]……

    8. Related……

      […]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[…]……

    9. filmy online says:

      Links…

      […]Sites of interest we have a link to[…]……

    10. Websites you should visit…

      […]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[…]……

    11. teepee tents says:

      Websites worth visiting…

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    12. Read was interesting, stay in touch……

      […]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[…]……

    13. Recent Blogroll Additions……

      […]usually posts some very interesting stuff like this. If you’re new to this site[…]……

    14. website says:

      Online Article……

      […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

    15. Harga UPS says:

      Links…

      […]Sites of interest we have a link to[…]……

    16. here says:

      Read was interesting, stay in touch……

      […]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[…]……

    17. reconquistar says:

      Related……

      […]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[…]……

    18. Check this out…

      […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]……

    19. Sources…

      […]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[…]……

    20. My opinion is ……

      Sweet website , super design , very clean and utilize pleasant….

    21. Sources…

      […]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[…]……

    22. Websites you should visit…

      […]Traveling Baby Company 424 E Central Blvd, Orlando, FL 32801 Phone: (407) 901-4869 http://www.travelingbaby.com/orlando%5B…]……

    23. Sites we Like……

      […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

    24. Gems form the internet…

      […]very few websites that happen to be detailed below, from our point of view are undoubtedly well worth checking out[…]……

    25. Online Article……

      […]Traveling Baby Company 424 E Central Blvd, Orlando, FL 32801 Phone: (407) 901-4869 http://www.travelingbaby.com/orlando%5B…]……

    26. Garmin 305 says:

      Websites worth visiting…

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    27. Websites you should visit…

      […]Traveling Baby Company 424 E Central Blvd, Orlando, FL 32801 Phone: (407) 901-4869 http://www.travelingbaby.com/orlando%5B…]……

    28. psd to html says:

      Recommeneded websites…

      […]Here are some of the sites we recommend for our visitors[…]……

    29. Read was interesting, stay in touch……

      […]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[…]……

    30. C Webby says:

      Links…

      […]Sites of interest we have a link to[…]……

    31. it words says:

      Superb website…

      […]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[…]……

    32. Patgreen says:

      Dreary Day…

      It was a dreary day here today, so I just took to piddeling around on the internet and realized…

    33. L Gilroy says:

      Recommeneded websites…

      […]Here are some of the sites we recommend for our visitors[…]……

    34. Hugo Carson says:

      Websites we think you should visit…

      […]although websites we backlink to below are considerably not related to ours, we feel they are actually worth a go through, so have a look[…]……

    35. Websites worth visiting…

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    36. You should check this out…

      […] Wonderful story, reckoned we could combine a few unrelated data, nevertheless really worth taking a look, whoa did one learn about Mid East has got more problerms as well […]……

    37. Henry Cor says:

      Read was interesting, stay in touch……

      […]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[…]……

    38. url says:

      … [Trackback]…

      […] Read More Infos here: ispi.or.id/2011/03/10/implementasi-pendidikan-multikultural-di-sekolah/ […]…

    39. Check this out…

      […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]……

    40. L.P Vaughn says:

      Cool sites…

      […]we came across a cool site that you might enjoy. Take a look if you want[…]……

    41. Our Trackback link…

      […]One example is, cystic fibrosis many times may cause infertility in males[…]…

    42. Check this out…

      […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]……

    43. Digg this…

      While checking out DIGG yesterday I found this…

    44. About your Website…

      Nice post. I learn something more challenging on different blogs everyday. It will always be stimulating to read content from other writers and practice a little something from their store. I’d prefer to use some with the content on my blog whether you…

    45. Good article…

      There are some interesting points in time in this article but I don’t know if I see all of them center to heart. There is some validity but I will take hold opinion until I look into it further. Good article , thanks and we want more! Added to FeedBurn…

    46. About your Website…

      Nice post. I learn something more challenging on different blogs everyday. It will always be stimulating to read content from other writers and practice a little something from their store. I’d prefer to use some with the content on my blog whether you…

    47. Good article…

      There are some interesting points in time in this article but I don’t know if I see all of them center to heart. There is some validity but I will take hold opinion until I look into it further. Good article , thanks and we want more! Added to FeedBurn…

    48. Links…

      […]Sites of interest we have a link to[…]……

    49. copy games says:

      Online Article……

      […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

    50. originally commented…

      When I originally commented I clicked the -Notify me when new comments are added- checkbox and now each time a comment is added I get four emails with the same comment. Is there any way you can remove me from that service? Thanks!…



    «
    »