Apa Makna Hardiknas Menurut Mereka?

Sunday, 1 May 2011 (11:23) | 3,393 views | Print this Article

Oleh Humas ISPI

Assalamu a’laikum Warahmatullahi Wabarakatuh

Dalam rangka ikut memeringati Hardiknas 2011, pengelola web ISPI mengajukan pertanyaan tentang makna hardiknas kepada para tokoh, praktisi, dosen, guru dan mahasiswa.

Sejumlah pendapat yang terhimpun semoga menjadi sumbangsih pemikiran bagi para pengambil kebijakan dunia pendidikan Indonesia saat ini —Mendiknas dan jajarannya— untuk bagaimana menata pendidikan Indonesia menjadi lebih baik. Kami sampaikan ucapan terima kasih yang tulus dan penghargaan yang tinggi kepada bapak/ibu/saudara yang berkenan memberikan pendapatnya.

Demikian dan terima kasih.

Prof. Dr. H. Soedijarto, MA (Ketua Dewan Pembina ISPI, Mantan Ketua Umum ISPI Periode 1999-2004, 2004-2009)

” Kondisi kehidupan negara Bangsa yang memprihatinkan saat ini, hakekatnya berakar dari tidak diselenggarakannya pendidikan nasional sesuai dengan ketentuan yang tersirat dan tersurat dalam UUD 1945. Karena itu dalam peringatan hardiknas 2 Mei 2011 ini sebaiknya temanya adalah menyelenggarakan sistem pendidikan nasional yang sesuai dengan ideologi pancasila dan UUD 1945 ”
—————————————————————————————————————————————————–
Dr. Ir. Gatot Hari Priowirjanto (Direktur SEAMOLEC)

” Hardiknas adalah suatu hari di mana kita harus menggingat apa yang sudah kita capai sampai saat ini untuk pendidikan kita dan memikirkan kemajuan apa yang harus kita lakukan untuk anak-anak kita di masa mendatang agar siap dan dapat bersaing dengan bangsa-bangsa lain. Selain itu juga melalui pendidikan ini NKRI dapat tetap kita pertahankan ”
—————————————————————————————————————————————————–
H. Ahmad Tohari (Budayawan dan Penulis Buku)

” Ketika umumnya masyarakat merasa hidup akan ketidakpastian, maka kata-kata indah Ki Hajar Dewantoro —ing ngarso sung tulodo, ing madya mangunkarsa, tut wuri handayani— amat perlu jadi amalan nyata para guru, orang tua dan pemimpin. Krisis kehidupan saat ini sudah sangat gawat ”
—————————————————————————————————————————————————–
Prof. Dr. H. Karim Suryadi, M.Si (Dekan FPIPS UPI)

” Praktek pendidikan yang dilakukan jauh sebelum Indonesia merdeka telah memadukan aktivitas menuntut ilmu dan menanamkan cinta tanah air. Praktik ini telah diprakarsai oleh Nahdlatul Wathan, pimpinan Kyai Wahab Hasbullah sejak tahun 1916. Untuk penanaman cinta tanah air Kyai Wahab mengubah syair lagu menyerukan kemauan untuk bebas dari penjajahan, melakukan tindakan nyata sesuai kehendak-Nya, penolakan jadi kuda tunggangan, dan seruan untuk tidak jadi pembosan. Syair tadi disenandungkan setiap pagi. Hal ini mengandung pesan bahwa menempuh cinta tanah air sebagai inti karakter tak terpisahkan dari menuntut ilmu.

Lebih dari itu, guru dan tenaga kependidikan harus menjadi model dan personifikasi nilai-nilai yang menjadi nilai dasar pendidikan. inilah contoh terbaik pendidikan nilai dan karakter, sehingga dari kampus akan lahir par ailmuwan yang cinta tanah air dan menjunjung tinggi akhlaq bangsa bukan malah sebaliknya. Karena itu program pendidikan harus terbebas dari “projek reaktif” yang bertujuan menanggulangi masalah yang muncul, sebab pendidikan nilai dan berilmu bukan tindakan acak.
—————————————————————————————————————————————————–
Naijan, S.Pd (Ketua Umum Asosiasi Guru Penulis Indonesia )

” Banyak kalangan di dunia pendidikan kita saat ini, baik itu praktisi, pembuat kebijakan ataupun pakar, yang belum bisa memaknai pendidikan itu sendiri secara utuh. Masing-masing memiliki penafsiran menurut logikanya sendiri. Akhirnya mereka jalan sendiri-sendiri. Para pakar sibuk berteori tentang pendidikan. Para pembuat kebijakan sibuk membuat peraturan dan kebijakan yang benar menurut pengamatannya sendiri, tanpa memahami realitas pendidikan kita. Sementara para praktisi kebingungan menerapkan kebijakan-kebijakan itu karena berbeda dengan yang dihadapinya di lapangan. Itulah carut-marut dunia pendidikan kita ”
—————————————————————————————————————————————————–
Setiawati Intan Savitri, S.P., M.Si. (Ketua Umum Forum Lingkar Pena )

” Pendidikan Indonesia, miskin keteladanan, miskin karakter, masih jauh dari membangun kemandirian berfikir dan penghargaan terhadap kreativitas. Turut berbela-sungkawa atas sakitnya dunia pendidikan di Indonesia”
—————————————————————————————————————————————————–
Tabrani Yunis (Guru SMA Granada, Banda Aceh, Pengelola Majalah POTRET dan Direktur Center for Community Development and Education (CCDE) Banda Aceh)

” Tanggal 2 Mei setiap tahun diperingati oleh bangsa Indonesia sebagai hari pendidikan nasional. Setiap kali momen ini tiba, bangsa Indonesia, terutama pemerintah dengan penuh kemunafikannya berkata ” membangun dan mencerdaskan bangsa lewat pendidikan formal yang diselenggarakan pemerintah”. Di hari pendikan nasional, kita dengan penuh kemunafikan berikrar untuk ” membangun pendidikan nasional yang ideal”, pendidikan yang mencerdaskan. Namun, dalam realitasnya, pendidikan kita sudah jauh dari apa yang kita harapkan, bahkan hanya menjadi ilusi. Lembaga pendidikan kita sudah gagal mengantarkan anak-anak bangsa ke gerbang kemajuan. Di satu sisi, lembaga pendidikan ada yang telah berhasil memberikan ilmu dan ketrampilan kepada anak bangsa, namun gagal membangun kemauan dan akhklak mulia sebagaimana yang diamanatkan undang-undang dasar 1945 dan undang-undang pendidikan kita.

Seharusnya, di hari pendidikan ini, bangsa dan pemerintah kita berkontemplasi merubah perilaku munafik, menjadi bangsa yang jujur dan berkomitmen tinggi untuk membangun pendidikan demi masa depan bangsa yang lebih makmur dan bermartabat. Mari kita berubah untuk membangun pendidikan Indonesia yang memiliki jati diri sendiri. Bukan membangun sekolah international tanpa punya jadi diri sebagai bangsa Indonesia.
—————————————————————————————————————————————————–
Mirza Gholam Mokhamad, (Ketua ISPI Cabang Cilacap, Pengawas SMP Dinas Pendidikan Kabupaten Cilacap)

” Hardiknas tahun ini hendaknya mampu mengingatkan kita —para insan pendidikan— bahwa masih ada tugas berat yang belum terselesaikan yakni : mewujudkan PENDIDIKAN YANG TERJANGKAU BAGI SELURUH LAPISAN SOSIAL-EKONOMI. Pemerintah memang telah berupaya keras meningkatkan anggaran pendidikan kita, namun perilaku menyimpang oknum birokrat pendidikan (yang jumlahnya tidak sedikit) membuat upaya pemerintah tersebut belum berdampak signifikan ! Belum lagi ditambah kecenderungan pembangunan fisik sekolah yang bermegah-megah, bahkan dengan menomor-berikutkan kepentingan mutu pembelajaran hanya manambah kesengsaraan rakyat”
—————————————————————————————————————————————————–
Dra. Nikmah Nurbaity, M.Pd (Guru Berprestasi Nasional 2008, Kepala SMA N 5 Purworejo)

” Sebenarnya memperingati hari pendidikan yang paling penting adalah bagaimana kita memaknainya. menurut saya yang harus kita lakukan sebagai praktisi di dunia pendidikan adalah perlunya reorientasi dan reaktualisasi. kita lihat kembali orientasi pendidikan. sudahkah kita melaksanakan pendidikan yang benar benar mampu mencerdaskan? pendidikan hendaknya mampu mencerdaskan siswa siswa, membuat siswa menjadi kreatif, memiliki kompetensi unggul dan memilki jejaring yang luas. reaktualisasi berarti kita tidak berhenti belajar. bagi kita sendiri para guru juga mari menjadi pembelajarn pembelajar sejati karena belajar tidak mengenal waktu, tempat dan usia. continuous development program secara mandiri harus kita laksakanakan selalu mengembangkan diri tiada henti. selamat memperingati hari pendidikan nasional. Mari menjadi pembelajar sejati ” 🙂
—————————————————————————————————————————————————–
Supandi, S.Pd., MM, (Staf Pengajar di SMP Negeri 2 Binangun dan Penulis Buku “Mengantarkan Kesuksesan Anak Anda)

‘ PENDIDIKAN adalah usaha sadar, terencana, terarah, dan berkesinambungan yang memungkinkan seluas-luasnya peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia serta keterampilan. Salah satu usaha sadar yang dilakukan oleh pemerintah adalah melakukan kebijakan yang memungkinkan peserta didik memperoleh akses pendidikan dengan cara memberikan BOS untuk siswa SD dan SMP, memberikan tunjangan sertifikasi guru dan dosen.

Melalui peringatan Hardiknas 2011, saatnya bagi semua pihak untuk meresponnya dengan action yang nyata. Peserta didik hendaknya belajar dan bekerja giat. Bagi para pelaksana pendidikan, pendidik dan tenaga kependidikan meresponnya dengan merefresh pola pikir yang lebih konstruktif diawali dari diri sendiri. Pola pikir yang konstruktif seperti melakukan kreatifitas positif, melakukan inovasi pembelajaran, melakukan kegiatan-kegiatan pengembangan profesi, dan sebagainya diharapkan mampu memperbaiki pola tindakan lebih maju, bebas dari pola pikir kerdil. Selamat Hari Pendidikan Nasional 2011. Majulah Pendidikan Indonesia. Jayalah Indonesia’
—————————————————————————————————————————————————–
Tuti Sukarni, S.Pd (Guru Bimbingan dan Konseling SMA N 10 Jakarta, Wakil Ketua II MGBK DKI Jakarta)

” Kebahagiaan tersendiri bagi saya, karena bisa menjadi bagian komunitas pendidikan sebagai seorang guru. Alhamdulillah saat ini kalau para siswa saya tanya siapa yang bercita-cita ingin menjadi guru, maka sudah banyak yang tunjuk jari dibandingkan sekitar 15 tahun yang lalu ketika saya masih sekolah ”
—————————————————————————————————————————————————–
Dr. Ersis Warmasyah Abbas (Dosen FKIP Unlam Banjarmasin Kalimantan dan Penulis Buku)

” Setiap tahun kita memeringati Hari Pendidikan Nasional. Makna apa yang kita ‘pelajari’ dari memperingati peringatan tersebut? Seperti, pemerintah c.q Departeman Perndidikan Nasional, setiap tahun melaksanakan Ujian Nasional (UN), sudahkah kita ‘belajar’ dari pelaksanaan UN secara esensial?

Belajar dari apa yang dilakukan, apakah dalam ranah pribadi, kelompok, atau dalam katup nasional adalah pembelajaran itu sendiri. Menjadi manusia pembelajaran, bangsa pembelajar, merupakan tujuan pendidikan. Konon, UN dimaksudkan sebagai educational mapping. Pertanyaannya: sudahkan didapat ‘Peta Pendidikan Nasional’ dan mempelajari sekaligus belajar dari hasilnya demi perbaikan pendidikan?

Pertanyaan-pertanyaan tentang ‘belajar’ dari praktek pendidikan kiranya lebih esensial dari memperingati apa yang diperingati. Kalau tidak, peringatan tergelincir menjadi aktivitas serimenoal belaka.

Kita tidak meragukan tekad pemerintah dan bangsa ini ‘membangun’ pendidikan yang kokoh sebagai garansi bagi kemajuan bangsa. Hanya saja, dari berbagai usaha dan upaya yang terformulasikan pada aneka program pendidikan, sudah kita belajar dan mempelajari secara radiks?

Memperingati Hari Pendidikan Nasional, ‘menperingatkan’ kita terhadap tekad, sikap, komitmen, dan aplikasi cerdas pendidikan sebagai tanggung jawab bersama. Pendidikan bermakna lebih tinggi dari sekadar belajar. Memperingati, berarti kita belajar menjadi pembelajar ”
—————————————————————————————————————————————————–
Urip, S.Pd., M.Sc. (Guru Kimia & TIK Pangkalan Bun – Kabupaten Kotawaringin Barat, Kalteng, Penerima Acer Guraru Award 2010 sebagai Guru Era Baru)

” Hari Pendidikan Nasional, semestinya dijadikan momentum untuk perubahan semua hal tentang pendidikan yang selama jadi polemik. Kualitas guru yang tak kunjung terbaiki secara serius dan mendasar. Proses kelulusan UN hendaknya dikembalikan sepenuhnya ke sekolah atau guru, sedangkan standarisasi pendidikan tetap dijalankan sebagaimana mestinya tidak dikaitkan dengan kelulusan yang bisa menjegal nasib seorang anak.

Keseriusan meningkat kulitas guru baik dari segi kemampuan penguasaan materi pelajaran, kemampuan mengajar secara manusiawi, serta penyederhanaan segala perangkat tentang mengajar yang selama ini justru jadi beban sementara kemampuan mengajar di kelas terabaikan ”
—————————————————————————————————————————————————–
Drs. Yasrizal (Guru SMA Ins Kayu Tanam, Padang Sumbar)

” Mengembalikan pendidikan anak bangsa kepada akar budaya kita yang selama ini telah jauh melenceng. Salah satu bentuknya adalah ALAM TAKAMBANG jadikan guru. Hal ini dapat diaplikasikan dengan konsep pendidikan Tengku moh. Suafe’i, di mana beliau dalam menerapkan pendidikan dengan falsafah alam yang sunnatullah. Falsafah tersebut berbunyi, ” Jangan minta mangga pada pohon rambutan ” tapi jadikanlah masing-masing pohon berbuah manis. Di sini diharapkan seorang pendidik harus menyadari bahwa setiap peserta didik memiliki minat bakat yang berbeda. Dengan demikian dalam pendidikan tidak bisa disamaratakan saja semua peserta didik tetapi mereka harus dididik sesuai dengan minat bakat yang mereka miliki yang dalam istilah kekinian disebut dengan TALENTA ”

Kalau ini dapat diterapkan maka tidak akan banyak lagi pengangguran di negeri tercinta ini. Untuk dapat melaksanakan program ini harus ada dukungan yang sungguh-sungguh dari semua pihak.
—————————————————————————————————————————————————–
Riyadi, S.Pd. (Guru SMP N 15 Purworejo, Sekum Agupena Purworejo)

” Makna Hardiknas 2011 antara harapan dan rasa cemas. Harapan akan meningkatnya mutu pendidikan dan eksistensi aliran darah bangsa yang berkarakter. Cemas akan tersendatnya jalinan subsistem pendidikan hanya karena sistem informasi yang kurang mendapatkan perhatian. Kiranya pendidikan berbasis keunggulan global lah menjadi pilihan jawaban tepat atas tantangan era informasi ini. Di samping itu, kita perlu mengencangkan ikat pinggang guna mengadakan sesuatu yang baru (inovasi) secara tuntas. Belajar tuntas (Mastery Learning). Mengajar tuntas. Mendidik diri juga tuntas. Terlebih lagi memanusiakan manusia pun secara tuntas. Semoga mutu pendidikan di Indonesia semakin meningkat. Dirgahayu Pendidikan Indonesia ”
—————————————————————————————————————————————————–
Joko Adi Prayitno (Mahasiswa Universitas Negeri Yogyakarta)

” Hardiknas tahun 2011 ini bisa menjadi momentum untuk mikir dan evaluasi. Udah usaha apa aja untuk pendidikan Indonesia. Untuk kemajuan bangsa Indonesia. Diharapkan sepanjang tahun, usahanya tidak berhenti untuk meningkatkan mutu pendidikan di Indonesia tercinta ”

Tulisan lain yang berkaitan:

Tidak ada tulisan lain yang berkaitan!
Tulisan berjudul "Apa Makna Hardiknas Menurut Mereka?" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Sunday, 1 May 2011 (11:23)) pada kategori Curahan Hati, Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0.
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itRedditTechnoratiBlinklist
DesignfloatDiigoMixxMeneameFurlMagnolia

776 Responses to "Apa Makna Hardiknas Menurut Mereka?"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. Read was interesting, stay in touch……

      […]please visit the sites we follow, including this one, as it represents our picks from the web[…]……

    2. Related……

      […]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[…]……

    3. back injury says:

      […]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[…]……

      […]Here are some of the sites we recommend for our visitors[…]……

    4. Sober Coach says:

      Wow!…

      A very awesome post….

    5. Wow!…

      A very fascinating post….

    6. Related……

      […]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[…]……

    7. Online Article……

      […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

    8. Read More says:

      Great website…

      […]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[…]……

    9. Superb website…

      […]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[…]……

    10. […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

      […]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[…]……

    11. Pokrycia Dachowe…

      … sometimes I can’t resist and link to ……

    12. […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]……

      […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

    13. Speed net says:

      Sites we Like……

      […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

    14. Ashburn says:

      Blogs ou should be reading…

      […]Here is a Great Blog You Might Find Interesting that we Encourage You[…]……

    15. Great website…

      […]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[…]……

    16. […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

      […]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[…]……

    17. adult dating says:

      You should check this out…

      […] Wonderful story, reckoned we could combine a few unrelated data, nevertheless really worth taking a look, whoa did one learn about Mid East has got more problerms as well […]……



    Komentar Anda?

    «
    »