Mengembalikan Makna Pendidikan yang Diwariskan Ki Hajar Dewantara

Sunday, 1 May 2011 (11:18) | 938 views | Print this Article

Penulis : Eko Ari Prabowo —-Guru SMA Negeri 2 Merauke Papua—-

KETIKA Ki Hajar Dewantara mendirikan perguruan Taman Siswa tanggal 3 Juli 1922, konsep mendidik yang merupakan cikal bakal pendidikan di Indonesia telah ditanamkan kepada para siswanya. Mendidik menurut Ki Hajar Dewantara, berarti menuntun tumbuhnya budi pekerti dalam hidup anak didik kita, supaya mereka kelak menjadi manusia yang berpribadi, yang beradab dan susila. Selain itu, menurut bapak pendidikan nasional ini juga mengajarkan bahwa adab atau keluhuran budi manusia itu menunjukkan sifat batinnya manusia, sedang kesusilaan atau kehalusan itu menunjukkan sifat hidup lahirnya manusia yang serba halus dan indah.

Konsep pendidikan yang begitu sarat makna tersebut, menjadi pegangan awal tumbuhnya lembaga-lembaga pendidikan di awal-awal perjuangan kemerdekaan Indonesia. Seiring dengan perkembangan zaman, konsep pendidikan yang diajarkan Ki Hajar Dewantara mengalami degradasi. Konsep tersebut hanya tinggal konsep yang manis diucapkan. Konsep yang sering menjadi penghias sambutan-sambutan pada peringatan hari pendidikan nasional setiap tahun.

Setelah kurang lebih 88 tahun konsep itu ditanamkan, citra pendidikan di Indonesia semakin tidak jelas arahnya. Semakin banyak kaum yang dianggap terpelajar dan berpendidikan telah bercitra seperti orang yang tidak mengenal pendidikan. Semakin maraknya perkelahian pelajar, tindakan kriminal yang dilakukan pelajar, serta tindakan-tindakan asusila lainnya, mencerminkan gagalnya dunia pendidikan dalam mencetak generasi yang beradab. Sekolah tidak berhasil melaksanakan konsep mendidiknya.

Oleh karena itu, hari pendidikan nasional tahun 2011 ini, sebaiknya kita intropeksi diri. Apakah kita telah berhasil atau gagal dalam mencetak generasi yang beradab. Marilah kita kembali ke konsep awal Ki Hajar Dewantara dalam mendidik para siswanya. Tidak usahlah kita terlalu mengejar kemampuan intelektual sebagai tolok ukur keberhasilan pendidikan. Jangalah kita jadikan nilai ujian sebagai barometer keberhasilan kita. Bangunlah kompetensi kepribadian anak didik menjadi generasi yang betul-betul Indonesia yang mengerti adat kesopanan bangsanya.
***

Tulisan lain yang berkaitan:

imgMendalami Filsafat Pendidikan Ki Hajar Dewantara (Sunday, 22 December 2013, 7,729 views, 0 respon) Oleh : Prof. Dr. Ki Supriyoko, S.D.U., M.Pd. Wakil Presiden Pan-Pacific Association of Private Education di Jepang, Wakil Ketua Umum Majelis Luhur...
Tulisan berjudul "Mengembalikan Makna Pendidikan yang Diwariskan Ki Hajar Dewantara" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Sunday, 1 May 2011 (11:18)) pada kategori Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0.
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itRedditTechnoratiBlinklist
DesignfloatDiigoMixxMeneameFurlMagnolia

119 Responses to "Mengembalikan Makna Pendidikan yang Diwariskan Ki Hajar Dewantara"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. montregps says:

      Yahoo News…

      When reading a bit Google and Bing News now I noticed this…

    2. cliquez ici says:

      Tumblr…

      Tumblr just linked to this cool website…

    3. Weebly article…

      I saw a girl writing a lot about this on Tumblr and it linked right to…

    4. Useful and precise…

      Its difficult to find really informative and precise information but here I noted…

    5. Looking around…

      I love to surf a bit around the vast internet, quite regularly I will just go to Stumble Upon and read and check stuff out…

    6. Homepage says:

      … [Trackback]…

      […] Read More here: ispi.or.id/2011/05/01/mengembalikan-makna-pendidikan-yang-diwariskan-ki-hajar-dewantara/ […]…

    7. Weebly article…

      I saw a guy talking a lot about this on Tumblr and it linked right to…

    8. It is really really hard to find enough help…

      My friend is regularly but annoyingly proclaiming that truly its difficult to easily procure some quality honest help, but here is…

    9. … [Trackback]…

      […] Read More: ispi.or.id/2011/05/01/mengembalikan-makna-pendidikan-yang-diwariskan-ki-hajar-dewantara/ […]…

    10. Just Browsing…

      While I was browsing yesterday I noticed a great article concerning…

    11. Iron Man 3 says:

      Thanks a lot|Thanks a ton|Warm regards|With thanks}; from {all of us|each one of us|everyone of us}….

      Iron Man 3…

    12. fight shop says:

      Recommended Websites…

      […]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[…]…

    13. diet tips says:

      Just Browsing…

      While I was browsing today I saw a excellent post concerning…

    14. Ayn Rand…

      “We can evade reality, but we cannot evade the consequences of evading reality.”…

    15. Links…

      […]blogs of interest we have a link to[…]……

    16. Tumblr…

      Tumblr linked to this site…

    17. Thanks!…

      Thanks for all your insight. This site has been really helpful to me….

    18. News info…

      I was reading the news and I saw this really interesting information…



    Komentar Anda?

    «
    »