Pendidikan Etika dan Moral, Dasar Profesionalitas dan Kualitas Sarjana Pendidikan Sebagai Seorang Guru

Tuesday, 31 May 2011 (20:12) | 1,925 views | 35 komentar | Print this Article

Oleh : Adi Bugman, S.Pd –— Guru SMA Katholik Adi Sucipto, Balikpapan

Dalam fase kehidupan manusia seorang pendidik mempunyai andil pada proses pembentukan karakter. Guru yang memiliki makna “digugu lan ditiru” (dipercaya dan dicontoh) secara tidak langsung juga memberikan pendidikan karakter pada peserta didiknya. Oleh karena itu, profil dan penampilan guru seharusnya memiliki sifat-sifat yang dapat membawa peseta didiknya ke arah pembentukan karakter yang kuat. (M.Furqon Hidayatullah, 2009).

Dari makna pendapat diatas, kita dapat memberikan persepsi mengenai makna dari guru itu sendiri. Sebagai guru yang dituntut untuk profesional, memberikan makna bagi sarjana pendidikan yang akan menjadi penopang estafet mendidik anak bangsa untuk memberikan suatu realita contoh dari diri mereka. Sikap yang ditunjukkan didalam diri mereka kepada anak didik merupakan suatu bukti nyata dari hasil kombinasi etika dan moral yang dimiliki oleh seorang guru. Jika rusak etika dan moral mereka sebagai guru, maka rusaklah sikap mereka kepada anak didik dan tidak patut dijadikan sebagai contoh dan panutan. Namun pertanyaannya adalah bagaimana seharusnya yang dilakukan oleh seorang sarjana pendidikan sebagai guru dan penerus estafet didalam mendidik anak didik? Inilah yang perlu dikaji secara mendalam dalam rangka meningkatkan kualitas pendidikan saat ini dengan kesejahteraan guru yang semakin meningkat.

Cerminan Moral dan Etika Sarjana Pendidikan Sebagai Guru Profesional
Moral dan Etika merupakan bentuk kontributif dari sikap yang ditunjukan oleh guru kepada anak didiknya. Jika Moral dan Etika buruk, maka buruk juga sikap guru dimata anak didiknya, dan terkadang anak didik menjadikan panutan didalam kehidupan sehari-hari mereka. Untuk mencapai moral dan etika yang baik kepada siswa, sudah selayaknya sebagai calon guru yang profesional, mampu mengkonstruksi kembali perencanaan pendidikan yang akan dilakukan kepada anak didik. Untuk mendapatkan apresiasi yang baik dari anak didik, maka terlebih dahulu guru membenahi moral dan etika mereka dihadapan anak didik dan bukan menjadikan moral sebagai topeng. Karena jika moral dan etika hanya dijadikan sebagai topeng, maka suatu saat moral buruk akan kembali dan merusak tatanan sebelumnya sehingga menjadikan topeng baik menjadi topeng buruk.
Sudah selayaknya moral dan etika guru sebagai wajah yang selalu tertanam didalam diri manusia.

Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Menurunnya Moral Dan Etika Serta Penanganannya
Penurunan moral dan etika seorang guru biasanya dapat disebabkan oleh beberapa hal, diantaranya adalah kurangnya respon guru terhadap anak didik didalam proses pembelajaran atau sebaliknya, kurangnya komunikasi antar guru, permasalahan internal yang terjadi didalam diri seorang guru, dan remehnya guru didalam mendidik anak didik serta kurangnya pendidikan agama.

Kurangnya respon guru terhadap anak didik didalam pembelajaran atau sebaliknya memberikan andil didalam menurunkan moral dan etika seorang guru, terkadang ketika didalam proses belajar mengajar siswa kurang memberikan apresiatif terhadap guru yang sedang mengajar didepan kelas, misalnya ribut. Jika siswa ribut, terkadang guru sering lepas emosi, alhasil memberikan citra buruk kepada guru tersebut. Siswa menganggap guru killer, dan tidak mustahil dapat berimbas pada minat maupun motivasi siswa terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh guru tersebut. Oleh karena itu, sudah seharusnya seorang guu memberikan inovasi-inovasi didalam pengajarannya dengan model-model pembelajaran dan pemanfaatan teknologi yang menarik bagi siswa namun tetap disesuaikan dengan kondisi sekolah dan permasalahan siswa. Selain itu, sudah selayaknya seorang guru memberikan apresiasi besar kepada siswa dengan apa yang dilakukan oleh mereka didalam proses belajar mengajar serta menjadikan anak didik sebagai mitra didalam proses pembelajaran bukan menjadikan anak didik sebagai pesuruh ataupun lainnya yang bersifat memberikan kesenjangan dengan siswa.

Menurunnya moral seorang guru juga dapat disebabkan oleh kurangnya komunikasi antar guru. Dengan kurangnya komunikasi antar guru, sehingga terkadang sesama guru tidak dapat mengembangkan inovasi pembelajaran yang efektif dan efisien. Kurangnya komunikasi antar guru juga dapat berakibat pada tidak terselesaikannya permasalahan yang terjadi pada anak didik, misalnya prestasi belajar, dan permasalahan administratif. Terkadang juga dengan kurangnya komunikasi antar guru memberikan sikap kaku didalam sekolah. Dengan demikian, sangatlah penting seorang guru memberikan sikap saling pengertian dengan guru lainnya, saling komunikatif, dan menciptakan suasana yang kondusif didalam sekolah itu sendiri. Dengan semakin komunikatifnya guru didalam sekolah dapat menguntungkan satu sama lain, yaitu dapat melakukan penelitian terhadap permasalahan didalam pembelajaran kepada anak didik. Sesama guru dapat saling membantu untuk memecahkan permasalahan didalam pembelajaran, bahkan lebih dari itu dengan semakin banyaknya penelitian dapat memberikan pembuktian guru semakin profesional dan sekolah mendapatkan peningkatan akreditasi.

Permasalahan internal dari guru itu sendiri juga memberikan andil didalam mempengaruhi moral seorang guru. Kita tidak dapat memungkiri, terkadang beberapa guru mencampuradukan permasalahan internal, baik itu permasalahan keluarga maupun lainnya ke dalam kewajibannya didalam mengajar. Sehingga terkadang membuat guru tersebut malas mengajar atau tidak respek dengan apa yang dilakukan siswa didalam proses belajar mengajar. Alhasil guru bersifat masa bodoh dan acuh tak acuh sehingga mengesampingkan makna pendidikan itu sendiri. Sudah seharusnya seorang guru bersifat profesional dan mampu memilah antara permasalahan internal dan proses belajar mengajar.

Kurangnya pendidikan agama pada guru juga turut member andil didalam penurunan moral dan etika dari seorang guru. Dengan kurangnya pendidikan agama, guru terkadang cepat emosi dan keluar dari koridor-koridor yang semestinya. Namun sebaliknya, dengan adanya pendidikan agama batasan-batasan yang perlu dilakukan oleh seorang guru dapat terwujud dan meningkatkan moral dan etika pendidik. Oleh karenanya, pihak sekolah dan dinas kementrian pendidikan nasional perlu mengevaluasi tingkat moral dan etika dari seorang guru yang menjadi tanggung jawab mereka. Dengan adanya evaluasi, diharapkan dapat meminimalisir permasalahan yang mengakibatkan penurunan moral dan etika yang dapat berakibat pada permasalahan-permasalahan krusial, seperti tindak asusila, korupsi, dan tindak lainnya. Perlunya pemahaman agama dengan pelatihan-pelatihan agama dan menejemen konflik juga diharapkan dapat meminimalisir dekadensi moral dari pendidik.

Kita sebagai seorang pendidik yang memang lahir dan berkarya untuk pendidikan sudah selayaknya menjadi sarjana pendidikan yang memiliki moral dan etika yang baik sehingga menjadi pendidik, guru, maupun pengajar yang profesional dibidang tugas yang telah ditanggung jawabkan kepada kita. Peningkatan kualitas prestasi anak didik merupakan tanggung jawab dari seorang pendidik. Jangan salahkan anak didik jika moral mereka kurang atau tidak ada lagi, karena pendidiknya pun moralnya kurang. Jangan salahkan anak didik jika mereka sering menyontek, karena pendidiknya pun acuh tak acuh dan tidak respon dengan baik atau buruknya kegiatan yang mereka lakukan. Sudah selayaknya pendidik memberikan manfaat yang positif terhadap anak didiknya. Baik atau buruknya moral anak didik tergantung dari baik atau buruknya moral pendidik, sehingga jangan sampai anak didik lepas dari pijakan apa yang sudah kita bangun sebagai pendidik. Pendidik adalah panutan untuk memunculkan potensi positif didalam diri anak didik bukan sebaliknya.

Kutipan:
Hidayatullah, M. Furqon. 2009. GURU SEJATI: Membangun Insan Berkarakter Kuat dan Cerdas. Surakarta: Yuma Pustaka

Tulisan lain yang berkaitan:

imgMerangsang Guru Aktif dalam Pengembangan Profesi (Tuesday, 30 April 2013, 112 views, 0 respon) GROBOGAN – Guru saat ini dituntut untuk senantiasa berkembang. Untuk merangsang guru agar aktif dalam pengembangan profesi tersebut, Ikatan...
imgGuru, Keluarlah dari Zona Nyaman! (Saturday, 20 October 2012, 180 views, 0 respon) Oleh: Tri Marhaeni Pudji Astuti Ketua Bidang Peningkatan Karir ISPI jateng, guru besar Antropologi Jurusan Sosiologi dan Antropologi Fakultas Ilmu...
imgBu Nurul, Sosok Wanita Karier plus Ibu Rumah Tangga (Monday, 9 April 2012, 223 views, 0 respon) Oleh: Deni Kurniawan As’ari Humas ISPI dan Webmaster www.ispi.or.id Namanya Nurul atau lengkapnya Nurul Mukaromah. Lahir di Cilacap, pada 26...
imgAPAKAH ANDA SUDAH LAYAK MENJADI SEORANG GURU ? (Saturday, 5 March 2011, 3,283 views, 70 respon) Oleh : Susan Nurhasanah Solihah Susan Nurhasanah SolihahAda sebuah saran yang bijak untuk para guru “ Jikalau anda ingin menjadi seorang guru yang...
imgGuru dan Penghasilan Tambahan (Thursday, 27 January 2011, 356 views, 831 respon) Oleh: Dra. Rudi Mulyatiningsih, M.Pd –Guru SMP N 2 Purbalingga, Anggota ISPI– PENGHASILAN tambahan guru berupa kesejahteraan di luar gaji...
Tulisan berjudul "Pendidikan Etika dan Moral, Dasar Profesionalitas dan Kualitas Sarjana Pendidikan Sebagai Seorang Guru" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Tuesday, 31 May 2011 (20:12)) pada kategori Artikel. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

35 Responses to "Pendidikan Etika dan Moral, Dasar Profesionalitas dan Kualitas Sarjana Pendidikan Sebagai Seorang Guru"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. Money Making Guide…

      If you need a good to see good money making guide and want to know how to make money on internet then visit my website….

    2. abets…

      I just moved from Colorado to Michigan. Yes, MI does have some nice breweries like Bells and Founders but there is something missing. Its probably the lack of altitude…

    3. Travail de Yesturdays pour le demain – un regard à quelques exemples…

      Juste noté cet exemple, par l’intermédiaire de jon hardvalder dessus Twitter et trouvé lui pour être très instructif et trop le point…

    4. Het werk van Yesturdays voor morgen – een blik op sommige voorbeelden…

      Enkel opgemerkt dit voorbeeld, via arnold McCormick Leef Dagboek en gevonden het om te zijn uiterst informatief en ook het punt…

    5. Yesturdays Arbeit für Morgen – ein Blick auf einige Beispiele…

      Gerade beachtet dieses Beispiel, über gezeigt jon Messer an linkedin und gefunden ihm vor um zu sein extrem informativ und auch der Punkt…

    6. Trabalho para o amanhã – um olhar de Yesturdays em alguns exemplos…

      Foi mostrado este exemplo, através de arnold McCormick sobre Facebook e imagine-o para ser extremamente informativo e demasiado o ponto…

    7. Websites worth visiting…

      [...]Very well, I absolutely don’t agree with what you may have mentioned on the write-up, but I do regard your perception[...]…

    8. Trabalho para o amanhã – um olhar de Yesturdays em alguns exemplos…

      Apenas observado este exemplo, através de David Messer sobre linkedin e acredite-o para ser muito informativo e demasiado o ponto…

    9. Yesturdays Arbeit für Morgen – ein Blick auf einige Beispiele…

      Beachtet dieses Beispiel, über gezeigt Arnold hardvalder an Twitter und glauben Sie ihm vor um zu sein ein wenig informativ und auch der Punkt…

    10. Recommended Resources…

      [...]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[...]…

    11. Homepage says:

      … [Trackback]…

      [...] Read More here: ispi.or.id/2011/05/31/pendidikan-etika-dan-moral-dasar-profesionalitas-dan-kualitas-sarjana-pendidikan-sebagai-seorang-guru/ [...]…

    12. my url says:

      … [Trackback]…

      [...] Find More Informations here: ispi.or.id/2011/05/31/pendidikan-etika-dan-moral-dasar-profesionalitas-dan-kualitas-sarjana-pendidikan-sebagai-seorang-guru/ [...]…

    13. url says:

      … [Trackback]…

      [...] There you will find 63582 more Infos: ispi.or.id/2011/05/31/pendidikan-etika-dan-moral-dasar-profesionalitas-dan-kualitas-sarjana-pendidikan-sebagai-seorang-guru/ [...]…

    14. [...]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[...]……

      [...]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[...]……

    15. [...]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[...]……

      [...]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[...]……

    16. [...]The information mentioned in the article are some of the best available [...]……

      [...]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[...]……

    17. gun app says:

      … [Trackback]…

      [...] Read More here: ispi.or.id/2011/05/31/pendidikan-etika-dan-moral-dasar-profesionalitas-dan-kualitas-sarjana-pendidikan-sebagai-seorang-guru/ [...]…

    18. Read More…

      [...]…Beautiful Post…[...]…

    19. Read More…

      [...]…Most Helpful…[...]…

    20. Read More…

      [...]…Very Interesting…[...]…

    21. [...]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[...]……

      [...]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[...]……

    22. Read More…

      [...]…Very Creative…[...]…

    23. Read More…

      [...]…Most Helpful…[...]…

    24. [...]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[...]……

      [...]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[...]……

    25. [...]we like to honor many other internet sites on the web, even if they aren’t linked to us, by linking to them. Under are some webpages worth checking out[...]……

      [...]Here are some of the sites we recommend for our visitors[...]……

    26. [...]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[...]……

      [...]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[...]……

    27. Read More…

      [...]…Business Ideas…[...]…

    28. [...]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[...]……

      [...]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[...]……

    29. Read More…

      [...]…Great Post…[...]…

    30. [...]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[...]……

      [...]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[...]……

    31. [...]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[...]……

      [...]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[...]……

    32. Read More…

      [...]…Great Post…[...]…



    «
    »