MEMOTRET ULANG UJIAN NASIONAL

Saturday, 4 June 2011 (13:46) | 461 views | Print this Article

Oleh: Yusuf Nugraha, S.Pd ——-Guru MTs Al Hidayah Citaringgul, Bogor

Ujian nasional menjadi semacam ‘perayaan tahunan’ dalam dunia pendidikan. Antara yang ‘menolak’ dan ‘setuju’ ujian nasional dilaksanakan terus saling melancarkan alasan walau pada akhirnya tetap diadakan.

Bagi sebagian orang yang menolak berpendapat bahwa ujian nasional tak perlu dilaksanakan karena tidak bisa dijadikan standar.  Bagaimana mungkin siswa yang sekolah selama tiga tahun dengan mendapat beragam pelajaran, tetapi saat kelulusan hanya ditetukan oleh 4 sampai 5 pelajaran tanpa melibatkan satuan pendidikan—tiga tahun ke belakang. Tambah lagi, banyaknya kecurangan yang dilakukan pada saat pelaksanaaan sehingga ujian nasional menjadi semacam permainan. Mereka lebih setuju jika ujian nasional dikembalikan ke sistim dulu sebelum ada ketentuan nilai standar kelulusan.

Bagi sebagian lain yang setuju berpendapat bahwa ujian nasional tetap harus dilaksanakan dengan berbagai pertimbangan yang  sudah dirasionalkan dalam peraturan dan undang-undang. Data per tahun yang menunjukan adanya peningkatan nilai dijadikan ukuran. Pemerataan pendidikan untuk meningkatkan kualitas bagi satuan pendidikan yang persentase kelulusannya di bawah harapan pun menjadi salah satu tujuan. Pada akhirnya, keinginan satuan pendidikan ikut campur tangan dalam menentukan kelulusan pun dikabulkan dengan batas minimal nilai kelulusan dinaikan.

Menjelang pelaksanaan, para penyelenggara ujian nasional dari mulai tingkat pusat sampai tingkat kecamatan sibuk mensosialisasikan peraturan-peraturan dan juknis pelaksanaan. Rapat-rapat sosialisasi pun begitu sering digelar dengan slogan ‘menyukseskan ujian nasional’. Tata tertib dari mulai pengambilan soal, saat pelaksanaan, sampai proses mengembalikan yang begitu menakutkan disampaikan dalam setiap pertemuan Pihak perguruan tinggi pun tidak mau ketinggalan untuk campur tangan menjamin kemurnian pelaksanaan ujian nasional. Tinggalah pihak sekolah yang kelimpungan mencari berbagai cara agar agar harapan bisa berbanding lurus dengan kenyataan. Hanya peserta ujian yang  bersikap wajar menghadapi ujian.

Semenjak diberlakukannya nilai standar kelulusan, ujian nasional menjadi sebuah momok bagi pihak satuan pendidikan. Pertimbangan nilai standar kelulusan, Izin opersional,  bahkan kepercayaan masyarakat, membuat para panitia memeras otak menghadapi ujian nasional. Jika tiga tahun ke belakang, panitia bermain pandai pada saat pelaksanaan. Di tahun ini, karena nilai kelulusan ditentukan dari nilai sekolah plus nilai ujian nasional, pihak satuan pendidikan agak sedikit tenang wlaupun tetap mempertahankan kelihaian saat pelaksanaan. Akan tetapi, ada sedikit kemudahan karena nilai lapor yang harus diserahkan bisa dikantrol lebih dulu sesuai keinginan.

Saat panitia ujian nasional di satuan pendidikan berpikir keras untuk bisa meluluskan seratus persen, siswa yang menjadi peserta ujian malah tenang-tenang saja. Pengalaman tiga tahun sebelumnya atau cerita dari teman kakak kelasnya dijadikan referensi  yang sangat berarti sehingga mereka tidak perlu susah payah belajar sendiri. Bahkan jam tambahan belajar yang diberikan pun, hanya mereka ikuti agar tidak dimarahi guru  dan orang tua sendiri.

Saat hari pelaksanaan ujian dilakukan, panitia datang pada saat jam para pedagang sayuran berangkat ke pasar. Bahkan ada yang sampai ‘pesantren’ di sekolah selama waktu pelaksanaan. Lokasi tempat pengambilan naskah ujian pun di jaga ketat pihak kepolisisan.  Sampai-sampai setiap pendistribusian naskah harus didampingi polisi untuk memastikan agar tidak ada ‘pencuri’. Para pengawas dari sekolah lain datang hampir satu jam sebelum bel  masuk berbunyi untuk mendapatkan pengarahan. Padahal, biasannya kebanyakan dari mereka datang setengah jam setelah bel masuk berkumandang. Siswa yang jadi peserta ujian pun tidak jauh berbeda. Jika hari biasa  masuk terlambat dengan alasan susah kendaraan. Saat ujian, mereka berangkat hampir berbarengan dengan tukang-tukang warung sayuran berangkat ke pasar.

Sebagian panitia sibuk menyiapkan hidangan dengan menu yang berganti-ganti setiap hari. Teh, kopi, dan susu, sudah tersaji untuk menemani menu pagi sebelum bel berbunyi. Padahal, jika bukan ujian nasional, jangankan snack yang dibungkus rapi dengan minuma susu dan teh manis, ingin kopi pun harus beli sendiri. Begitu berkahnya ujian nasional sehingga para pengawas merasa dimanjakan. Sampai-sampai panitia menyarankan supaya pengawas duduk manis saja agar tercipta ruangan ujian yang nyaman sehingga membantu kelancaran proses pengisian bagi peserta ujian. Demikian juga dengan  tim pengawas independent. Demi suksesnya ujian nasional, hanya hal-hal yang  wajar saja yang ditulis sebagai laporan. Mereka sadar bahwa saat sekolah, mereka pun pernah mengalami ujian nasional dengan pengawas yang  kerjanya hanya menulis daftar hadir peserta serta berita acara.

Selesai ujian nasional, semua merasa berbahagia karena pelaksanaan ujian nasional ‘sukses tanpa ekses’. Kewatiran panitia semakin berkurang. Ketegangan merengang. Hidangan yang disajikan panitia pun semakin istimewa dibanding sebelumnya, sebagai bentuk terima kasih kepada para pengawas yang telah melaksanakan tugas. Para pengawas pun berbunga-bunga karena dengan hanya mengisi daftar hadir dan berita acara mereka dapat ganti  transport yang bisa dibilang lumayan. Perbedaan pelayanan ditempat mengawas pun menjadi modal bertukar pengalaman, dengan harapan di tahun berikutnya dapat mengawas di tempat yang pelayannnya lebih menyenangkan. Tim pengawas indenpenden pun merasakan hal yang sama. Mereka merasa telah berjasa karena telah melaksanakn tugas negara. Laporan tentang pelaksanaan ujian nasional pun ditulis dengan begitu sempurna.

Siswa pun tidak kalah bahagia. Walaupun sepulang ujian sudah diberikan pengarahan, mereka tetap melakukan ritual seperti yang sering dilakukan  oleh generasi sebelumnya. Dengan menyarter angkutan umum mereka pergi kesebuah tempat dengan modal nekad. Semprotan filox pun menyerang celana, baju, dan muka mereka. Saking bahagianya mereka menjadi tampak seperti orang gila.

***

Pengumuman kelulusan adalah waktu yang sangat dinanti-nantikan. terutama oleh siswa, guru, dan orang tua. Saat pengumuman itu diterima, dengan keputusan lulus, bahagia pun langsung menjelma. Para siswa bersuka cita dengan kembali mencorat-coret baju dan muka. Orang tua melaksanakan syukuran dengan keluarga. Bahkan guru pun memeriahkan kesuksesannya dengan makan-makan bersama.

Berita di media masa pun langsung menginformasikan bahwa jumlah siswa yang lulus hampir mencapai 100% dengan kualifikasi nilai yang tidak jauh berbeda. Ada pun beberapa persen yang tidak lulus, setelah diverifikasi ke sekolah, ternyata memang tidak mengikuti ujian. Bahkan salah satu media ada yang memberitakan bahwa ada seorang anak yang melompat ke sungai karena tidak lulus. Akan tetapi setelah diselamatkan oleh warga dan coba ditanyai, kemudian diselediki dari sekolah mana. Tidak ada satu sekolah pun yang mengakui bahwa itu murid dari sekolah yang bersangkutan. Itulah ajaibnya ujian nasional. .

Berdasarkan persentase dan angka kelulusan, Pihak terkait langsung menyimpulkan bahwa mutu kelulusan mengalami peningkatan  Dapatkan hanya dari faktor kelulusan, mutu pendidikan ditentukan?

Seorang teman berkomentar seperti ini, ”Ya kalau hanya lihat angka kelulusan sih, bisa aja dipakai ukuran. Tapi, jika dilihat  prosesnya., wallahualam sudah bermutu atau belum?”

Tulisan lain yang berkaitan:

imgAndaikata Ujian Nasional Online Akan Terjadi (Thursday, 18 July 2013, 325 views, 0 respon) Oleh: Sefrianus Jemandu, S.Pd Mahasiswa Pendidikan Profesi Guru (PPG) Pasca SM-3T 2013 Universitas Negri Malang Tulisan ini membahas kembali...
imgMUSIKALISASI PUISI DALAM PROSES (Friday, 27 May 2011, 4,035 views, 943 respon) Oleh: Yusuf Nugraha —–Sarjana Pendidikan Lulusan Jurusan Pendidikan Bahasa dan Sastra Indonesia Universitas Pakuan Bogor, aktif di...
imgLANGKAH CERDAS PERSIAPAN UJIAN NASIONAL 2011 (Monday, 21 March 2011, 2,772 views, 35 respon) Oleh : Drs.Suaidin —Pengawas SMA/SMK Kab. Dompu, Nusa Tenggara Barat— Setelah Pemerintah Republik Indonesia dalam hal ini Kemendiknas...
Tulisan berjudul "MEMOTRET ULANG UJIAN NASIONAL" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Saturday, 4 June 2011 (13:46)) pada kategori Artikel, Curahan Hati. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.

887 Responses to "MEMOTRET ULANG UJIAN NASIONAL"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. abamps…

      tiffany necklaces ukwhere the unique charm of its fashionable style…

    2. free iphone says:

      Online Article……

      […]The information mentioned in the article are some of the best available […]……

    3. Links…

      […]Sites of interest we have a link to[…]……

    4. Superb website…

      […]always a big fan of linking to bloggers that I love but don’t get a lot of link love from[…]……

    5. HP 60xl says:

      aboral…

      This article is fairly educational. I enjoy the method that you publish it….

    6. safety says:

      Wow!…

      A very fascinating post….

    7. abasia…

      thomas sabo packings ukJust about every jacket is created in this sort of a way…

    8. Wurtzel Law says:

      Websites we think you should visit…

      […]although websites we backlink to below are considerably not related to ours, we feel they are actually worth a go through, so have a look[…]……

    9. article says:

      Sources…

      […]check below, are some totally unrelated websites to ours, however, they are most trustworthy sources that we use[…]……

    10. […]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[…]……

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    11. […] johnson norman reedus norman reedus sears office max office max cyber monday deals 2011 This entry was posted in delightful and tagged ban, gay marriage ban, same sex marriage. […]

    12. Brian Tracy…

      All successful people men and women are big dreamers. They imagine what their future could be, ideal in every respect, and then they work every day toward their distant vision, that goal or purpose…

    13. Sites we Like……

      […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

    14. Recommeneded websites…

      […]Here are some of the sites we recommend for our visitors[…]……

    15. Gems form the internet…

      […]very few websites that happen to be detailed below, from our point of view are undoubtedly well worth checking out[…]……

    16. Websites you should visit…

      […]below you’ll find the link to some sites that we think you should visit[…]……

    17. Links…

      […]sites of interest we have a link to[…]……

    18. Useful and precise…

      Its hard to find really informative and accurate information but here I noted…

    19. Yep….

      I couldn’t have said it better myself……

    20. Links…

      […]Sites of interest we have a link to[…]……

    21. Looking around…

      I like to surf around the online world, regularly I will just go to Stumble Upon and follow thru…

    22. Just read this ……

      I enjoy your writing style truly loving this web site ….

    23. Gems form the internet…

      […]very few websites that happen to be detailed below, from our point of view are undoubtedly well worth checking out[…]……

    24. Wow!…

      A very fascinating post….

    25. Huy Liumin says:

      Websites worth visiting…

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    26. ab…

      ugg 5815Continues collection of boots short,ugg bailey button boots this UGG Tassel brief is beneath knee,canada goose chilliwack parka and just arrival ankle.ugg discount…

    27. chat x says:

      ablated…

      the vr4 version is. ive seen a few for $12,000+….

    28. sober coach says:

      Wow!…

      A very spectacular post….

    29. Wow!…

      A very fascinating post….

    30. You should check this out…

      […] Wonderful story, reckoned we could combine a few unrelated data, nevertheless really worth taking a look, whoa did one learn about Mid East has got more problerms as well […]……

    31. Gems form the internet…

      […]very few websites that happen to be detailed below, from our point of view are undoubtedly well worth checking out[…]……

    32. […]the time to read or visit the content or sites we have linked to below the[…]……

      […]here are some links to sites that we link to because we think they are worth visiting[…]……

    33. Wow!…

      A very awesome post….

    34. Wow!…

      A very spectacular post….

    35. Speed net says:

      Blogs ou should be reading…

      […]Here is a Great Blog You Might Find Interesting that we Encourage You[…]……

    36. Related……

      […]just beneath, are numerous totally not related sites to ours, however, they are surely worth going over[…]……



    «
    »