Peranan Guru dalam meningkatkan Budi Pekerti siswa

Monday, 23 January 2012 (10:17) | 2,427 views | Print this Article

Oleh: Nina Rahayu Nadea
Guru SMP Pasundan 7 Bandung

Guru merupakan sosok yang sangat diperlukan dalam lingkup pendidikan. Kenapa? Karena guru merupakan tonggak untuk melahirkan generasi penerus bangsa yang sangat dibutuhkan untuk meningkatkan pembangunan. Segala tindakan guru akan senantiasa dicontoh dan dipuja muridnya. Maka tak heranlah dengan pepatah yang menyatakan bahwa guru itu adalah digugu dan ditiru. Dalam kenyataanya anak akan lebih patuh kepada guru daripada orang tua.

Pengertian guru menurut UU RI No.14 Tahun 2005 (Undang-Undang Tentang Guru dan Dosen) guru adalah pendidik profesional dengan tugas utama mendidik, membimbing, mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi peserta didik pada pendidikan anak usia dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.

Kenyataan di lapangan dalam melakukan proses pembelajaran yang dilakukan guru agar tercipta mutu pendidikan yang sesuai dengan yang diharapkan tidaklah berbuah manis, tidaklah semudah membalikan telapak tangan. Karena untuk mencapai mutu pendidikan yang diharapkan, seorang guru harus terlebih dahulu membenahi dan membentuk budi pekerti anak agar sesuai dengan harapan.

Manakah yang akan dipilih apakah anak yang pintar tapi budi pekertinya anjlok atau anak yang biasa-biasa saja dalam pendidikan tetapi mempunyai prilaku atau budi pekerti yang mengagumkan. Semua orang tua, baik orang tua di rumah maupun orang tua di sekolah pastilah guru akan memilih pernyataan yang no 2. Karena yang dikejar dalam pendidikan itu bukanlah hanya dari nilai saja tapi yang lebih utama adalah dari segi budi pekerti anak-anaknya.

Cobalah kita lihat di lapangan sekarang ini. Kondisi anak-anak di lapangan membuat semua pihak mengurut dada. Mencontek, tawuran, berprilaku tidak sopan, bolos sekolah. Merupakan satu hal yang sangat banyak terjadi di lapangan dan ini merupakan tanggung jawab kita bersama untuk mengarahkannya ke jalan yang benar.

Dan yang paling menyakitkan sosok gurulah yang senantiasa diobok-obok kalau terjadi hal-hal di atas. Guru tidak benarlah, guru tak memperhatikanlah. Dan berbagai cemooh pasti datang kepada sosok yang bernama guru. Tak dipungkiri, guru bertatap muka dengan siswanya. Walaupun pertemuan yang lebih utama adalah dengan keluarganya. Justru semua pihak harus ikut terlibat dala rangka pembenahan budi pekerti anak.

Budi Pekerti itu sendiri menurut M.Imarn Pohan dalam buku “Budi pekerti dalam Sosialisme Indonesia” adalah Segala tabiat atau perbuatan manusia yang berdasar pada akal atau pikiran.

Penanaman Budi Pekerti menurut kamus Besar bahasa Indonesia adalah memasukan, membangkitkan, menempatkan, mempertumbuhkan / memelihara suatu perasaan, semangat pengaruh, kepentingan dan sebagainya
Peranan guru dalam mencerdasakan anak bangsa sangat penting Dalam proses belajar mengajar guru tidak terbatas sebagai penyampai ilmu pengetahuan akan tetapi lebih dari itu, guru bertanggung jawab akan keseluruhan perkembangan kepribadian siswa. Seorang guru harus mampu menciptakan proses belajar yang sedemikian rupa sehingga dapat merangsang siswa untuk belajar secara aktif dan dinamis dalam memenuhi kebutuhan dan menciptakan tujuan.

Menjadi guru berdasarkan tuntutan pekerjaan adalah suatu perbuatan yang mudah, tetapi menjadi guru berdasarkan panggilan jiwa tidaklah mudah, karena dituntut pengabdian yang besar. Menjadi guru berdasarkan tuntutan hati nurani tidaklah semua orang dapat melakukannya, karena orang harus merelakan sebagian besar dari hidupnya untuk mengabdi pada ank didik Menjadi guru menurut Prof. Dr. Zakiah Daradjat dan kawan-kawan (1992:41) tidak sembarangan tetapi harus memenuhi beberapa persyaratan diantaranya:
1. Taqwa kepada Tuhan YME
2. Berilmu
3. Sehat jasmani
4. Berkelakuan baik

Kalaulah seorang guru telah mampu membenahi prilaku anak, maka kemungkinan penanaman dalam proses belajar mengajar akan mudah diterapkan kepada anak. Minimal anak sudah bertindak sopan santun, menghargai guru itu adalah point utama dalam menghasilkan mutu pendidikan. Coba saja bayangkan suasana kelasa yang tidak kondusif karena anaknya yang tidak tertib, tidak merasa takut kepada guru ,erupakan contoh kecil yang menjadi kendala dalam pendidikan. Alhasil dalam pembelajaranpun siswa menjadi so’ jagoan, tidak ada rasa hormat kepada giurunya.

Beberapa hal penting yang bisa dilakukan guru untuk menata budi pekerti anak adalah dengan melakukan pendekatan. Misalnya mengajaknya ngobrol hanya berdua saja. Menanyakan masalah-masalah yang dihadapi. Dan dalam hal ini guru bisa bekerja sama dengan guru BP.

Musti kita ingat masalah budi pekerti anak bukan hanya tugas guru Bp, guru agama atau guru PKn. Karena dalam hal ini semua guru ikut terlibat.

Hal lain yang bisa dilakukan guru adalah senantiasa memberikan reward pada anak-anaknya. Hal ini tidak hanya diberikan dala penilaian saja. Tetapi anak yang sudah berkepribadianbaik misalnya hormat kepada guru, tepat datang ke sekolah, memaki baju sesuai atura. Itu juga bisa menjadi teladan bagi semuanya dan disinilah peran guru dalam memberikan reward kepada siswa tersebut.

Mulailah dari sekarang menata budi pekerti siswa-siswa yang merupakan anak-anak kita di sekolah agar terbina pendidikan yang bermutu sesuai dengan yang diharapkan. Perlakukanlah mereka sebagaimana kita memperlakukan anak-anak kita sendiri. Jangan pernah membedakan mereka hanya karena budi pekerti anak yang susah. Itulah tantangan kita sebagai pendidik. Berani menatanya demi tujuan adalah hal yang mulia.

Sumber Referensi:
Ami Rahmawati, S.S. Reni Anggraeni, S.PSI. Rochaeni Esa Ganesa, M.Pd. Penanaman Budi Pekerti Bagi Perserta didik 2007
Dr H. Suparman Sumahamijaya,MA,Sc.AK, Drs Darlis Yasben, Mel. Drs Dadan Agus Dana. Pendidikan Karakter Mandiri dan Kewirausahaan. 2003
Dr. Achmad Juntika Nurihsan, M.Pd. Strategi Layanan Bimbingan dan Konseling 2010
DR. Nana Sudiana. Dasar-dasar proses belajar mengajar. Sinar Baru Algensido. Tahun 2002

Tulisan lain yang berkaitan:

imgTantangan Sarjana Pendidikan di Era Globalisasi (Saturday, 25 January 2014, 406 views, 0 respon)   Oleh: Doddy Novarianto Staf Pendidik SMAN 1 Ngantang,  Malang, Jawa Timur   Doddy Novarianto Itulah kenyataan yang sedang di hadapi dan...
imgMenjadikan Sarjana Pendidikan Sadar Mutu (Thursday, 2 January 2014, 325 views, 0 respon) Oleh : Dra. Dyah Budiarsih, M.Pd Pengawas TK/SD Kec. Purwokerto Timur, Kab. Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, Juara I Pengawas Berprestasi Tingkat...
imgBukan Sarjana Muda—-Kisah Seorang Guru yang Menjadi Sarjana di Umur 50 Tahun (Sunday, 29 September 2013, 413 views, 0 respon) Oleh : Zulkarnaen Arsi dan Achi-tm Penulis Bisa jadi sarjana jaman sekarang mungkin sekilas terlihat mudah. Namun dalam kenyataannya, banyak sekali...
imgPeran Sarjana Pendidikan dalam Peningkatan Mutu (Tuesday, 4 September 2012, 611 views, 0 respon) oleh Nurul Nitasari, S. Pd Alumnus Universitas Negeri Semarang “Mau ke mana para sarjana setelah lulus kuliah?” pertanyaan itulah yang menjadi...
imgSarjana Pendidikan Tanpa SK Pegawai (Sunday, 21 August 2011, 502 views, 564 respon) Oleh Idrus Bin Harun —-Pendidik di SDN 48 Banda Aceh, Jl Rama setia. Deah Glumpang Banda Aceh dan bergiat di Komunitas Kanot...
Tulisan berjudul "Peranan Guru dalam meningkatkan Budi Pekerti siswa" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Monday, 23 January 2012 (10:17)) pada kategori Karya Tulis, Opini. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.