Peran Sarjana Pendidikan dalam Peningkatan Mutu

Tuesday, 4 September 2012 (19:25) | 612 views | Print this Article

oleh Nurul Nitasari, S. Pd
Alumnus Universitas Negeri Semarang

“Mau ke mana para sarjana setelah lulus kuliah?” pertanyaan itulah yang menjadi momok oleh para calon wisudawan. Terdapat ketakutakan bahkan kekhawatiran yang berlebih pada saat para calon wisudawan memakai toga.

Selepas wisuda, pada umumnya para wisudawan langsung bergegas untuk mencari pekerjaan. Bahkan sangat jarang sekali yang berencana untuk menciptakan lapangan kerja. Hal itu dimungkinkan karena faktor pengalaman yang kurang memadai maupun dalam hal permodalan. Bagi lulusan kependidikan mungkin banyak yang melakukan hal yang sama.

Lulusan kependidikan yang tidak diterima dalam sektor formal, sebenarnya mereka dapat menciptakan lapangan kerja sendiri, seperti membuka konsultasi belajar maupun lembaga bimbingan belajar yang saat ini memang sedang menjamur di kota-kota besar maupun kecil. Di luar itu, sarjana pendidikan pada dasarnya memiliki peran yang sangat penting dalam masyarakat baik dalam dunia kependidikan maupun nonkependidikan. Begitu pentingnya peran sarjana pendidikan dalam masyarakat, setiap lulusan sarjana pendidikan menjadi sorotan selepas mereka diwisuda.

Selain dapat menciptakan lapangan pekerjaan, para sarjana pendidikan juga sangat dipercaya oleh masyarakat untuk berperan aktif dalam kegiatan-kegiatan masyarakat, seperti PKK, Karang Taruna, Pengajian RT, dan lain sebagainya.

Dalam hal yang lebih luas lagi, sarjana pendidikan juga diharapkan dapat memberantas buta aksara serta menjadi informan bagi pemerintah dalam hal pemberantasan buta aksara karena kompetensi yang sudah dimiliki selama perkuliahan.

Dalam bidang pengajaran, sarjana pendidikan memiliki nilai lebih dibanding dengan sarjana nonkependidikan. Selain mata kuliah tentang pendidikan yang sudah diajarkan, para sarjana pendidikan juga memiliki komitmen awal untuk menjadi tenaga pendidik. Mata kuliah seperti Evaluasi Pendidikan, Psikologi Perkembangan, Psikologi Belajar, Telaah Kurikulum, Perencanaan Pembelajaran, dan Pembelajaran Makro sebagai persiapan para mahasiswa dalam menghadapi Praktek Pengalaman Lapangan merupakan nilai lebih dibandingkan dengan sarjana nonkependidikan.

Ironisnya, banyak pula para sarjana pendidikan bekerja di luar bidang kependidikan dengan alasan berbagai macam faktor. Faktor yang menjadi alas an seperti halnya susahnya mencari sekolah tempat mengajar, minimnya honor yang didapat bahkan banyak yang diluar UMR ( Upah Minimum regional), ingin mencari pengalaman baru di luar bidang kependidikan, belum siapnya lulusan terjun ke bidang kependidikan, ada juga dengan memberikan alas an klise seperti takut kurang nyaman jika bekerja di sekolah. Padahal, keadaan seperti sebenarnya dapat disikapi dengan berjalannya waktu dan skill yang sudah didapat sewaktu di bangku kuliah.

Dengan pengalaman yang sudah didapat sewaktu di bangku kuliah, para sarjana pendidikan diharapkan dapat memberikan inovasi dan kreasi dalam bidang pengajaran untuk pengembangan kognitif, afektif, dan psikomotorik bagi peserta didik, ekstrakurikuler untuk pengembangan skill dan hobi serta bidang konsultatif untuk pengembangan kepribadian dan karakter.

Di bidang pengajaran, kita dapat mengembangkan media pembelajaran yang dapat kita contoh dari Bapak Eka Purjiyanta, M. Pd. Beliau berhasil meraih juara II tingkat nasional untuk lomba yang diselenggarakan pertama kalinya oleh Kemendiknas tahun 2010 . “Four in One” demikian nama media pembelajaran yang dirancangnya untuk mata pelajaran Fisika kelas VIII.

Penulisan Penelitian Tindakan Kelas serta pengembangan bahan ajar juga turut sumbangsih dalam peningkatan mutu pendidikan. Penelitian Tindakan kelas yang berhasil dimuat dalam jurnah ilmiah maupun jurnal pendidikan baik di tingkat nasional maupun internasional akan sangat bermanfaat bagi semua yang membaca. Dalam rangka mendukung hal tersebut, banyak sekali kegiatan yang dilakukan untuk pengembangan potensi guru. Seperti halnya pelatihan komputer, pelatihan penulisan karya ilmiah, seminar-seminar, diadakannya pelatihan DBE (Decentralized Basic Education) yang merupakan bentuk kerjasama antara pemerintah Amerika Serikat dan RI yang bertujuan untuk meningkatkan kualitas mutu Pendidikan Dasar di Indonesia.

Di luar jam mengajar, kita sebagi guru sekaligus sebagai pembina ekstrakurikuler yang pada dasarnya dapat mengembangkan kualitas pendidikan bagi peserta didik yang hasil akhirnya akan berguna untuk mendukung belajar siswa. Seperti halnya ekstra kurikuler teater yang mendukung pelajaran bahasa Indonesia materi drama, ECC (English Conversation Course) yang mendukung pelajaran bahasa Inggris, PMR (Palang merah Remaja) yang mendukung minat dan bakat anak dalam bidang kesehatan untuk masa depannya, Pramuka (Praja Muda Karana) yang mendukung bagi pengembangan karakter anak.

Tulisan lain yang berkaitan:

imgTantangan Sarjana Pendidikan di Era Globalisasi (Saturday, 25 January 2014, 408 views, 0 respon)   Oleh: Doddy Novarianto Staf Pendidik SMAN 1 Ngantang,  Malang, Jawa Timur   Doddy Novarianto Itulah kenyataan yang sedang di hadapi dan...
imgMenjadikan Sarjana Pendidikan Sadar Mutu (Thursday, 2 January 2014, 330 views, 0 respon) Oleh : Dra. Dyah Budiarsih, M.Pd Pengawas TK/SD Kec. Purwokerto Timur, Kab. Banyumas, Propinsi Jawa Tengah, Juara I Pengawas Berprestasi Tingkat...
imgBukan Sarjana Muda—-Kisah Seorang Guru yang Menjadi Sarjana di Umur 50 Tahun (Sunday, 29 September 2013, 418 views, 0 respon) Oleh : Zulkarnaen Arsi dan Achi-tm Penulis Bisa jadi sarjana jaman sekarang mungkin sekilas terlihat mudah. Namun dalam kenyataannya, banyak sekali...
imgPeranan Guru dalam meningkatkan Budi Pekerti siswa (Monday, 23 January 2012, 2,444 views, 0 respon) Oleh: Nina Rahayu Nadea Guru SMP Pasundan 7 Bandung Guru merupakan sosok yang sangat diperlukan dalam lingkup pendidikan. Kenapa? Karena guru...
imgSarjana Pendidikan Tanpa SK Pegawai (Sunday, 21 August 2011, 507 views, 564 respon) Oleh Idrus Bin Harun —-Pendidik di SDN 48 Banda Aceh, Jl Rama setia. Deah Glumpang Banda Aceh dan bergiat di Komunitas Kanot...
Tulisan berjudul "Peran Sarjana Pendidikan dalam Peningkatan Mutu" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Tuesday, 4 September 2012 (19:25)) pada kategori Artikel, Karya Tulis, Kegiatan, Media. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.