Surabaya Lanjutkan Kurikulum 2013

Wednesday, 10 December 2014 (20:48) | 141 views | Print this Article

SURABAYA – Keputusan moratorium kurikulum 2013 (K-13) tidak berpengaruh terhadap Surabaya. Sekolah-sekolah negeri di Surabaya tetap akan melaksanakan kurikulum itu. Sebab, SD, SMP, SMA, dan SMK negeri di Surabaya telah menjalani K-13 selama tiga semester.

Hal itu disampaikan Kepala Dinas Pendidikan Surabaya Ikhsan. Menurut dia, Surabaya telah menjalankan K-13 selama dua tahun. “Kami tetap melanjutkan K-13,” ucap Ikhsan saat ditemui di Taman Flora Surabaya, Bratang, kemarin (6/12).

Pada tahun pertama penerapan K-13 secara nasional, kata Ikhsan, sekolah-sekolah negeri dan swasta di Surabaya sudah mengikuti.

Kemudian, pada tahun kedua, jumlah sekolah swasta yang mengimplementasikannya semakin banyak. Hal itu membuktikan kesiapan sekolah di Surabaya dalam menjalankan K-13.

Bahkan, untuk mendukung perjalanan K-13, Surabaya berupaya meringankan guru dalam menilai siswa lewat rapor online. Kesiapan sekolah, kata Ikhsan, dapat dilihat dari akreditasi sekolah, sarana dan prasarana sekolah, kesiapan guru, dan sebagainya.

Kelanjutan K-13 juga didukung Kepala SMAN 4 Surabaya Nur Hasan. Menurut dia, para guru di Surabaya sudah dilatih K-13. Hanya, dia ingin mengevaluasi penerapannya sehingga bisa dilakukan sejumlah perbaikan demi hasil optimal. “Ganti berapa kali pun kurikulumnya, hasilnya tetap sama kalau gurunya belum paham,” tuturnya.

Kepala Dikbud Jatim Harun mengatakan, pihaknya siap mengikuti keputusan Mendikbud. Dikbud rencananya mengumpulkan seluruh dispendik kabupaten/kota se-Jatim pada Rabu (10/12). Dikbud akan memetakan sekolah yang siap melanjutkan K-13 dan yang kembali ke kurikulum tingkat satuan pendidikan (KTSP) atau kurikulum 2006. “Kami akan memetakan terlebih dahulu,” ujarnya.

Dia menyebut, pada awal pelaksanaan K-13, ada sekitar 600 sekolah di Jatim yang menerapkan kurikulum tersebut. Tapi, Harun tidak berani memastikan apakah nanti sejumlah itu tetap melanjutkan kurikulum tersebut. Akan dilakukan pendataan terlebih dahulu.

Sementara itu, Ketua Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia (ISPI) Pusat Prof Dr Sunaryo Kartadinata mengatakan, pilot project dalam penerapan K-13 pernah diutarakan tahun lalu. “Kami pernah mengusulkan agar K-13 dilaksanakan secara bertahap. Artinya, diselenggarakan di sekolah tertentu,” kata Sunaryo saat ditemui di Hotel Utami dalam acara Munas VII ISPI pada hari kedua kemarin (6/12).

Sunaryo tetap mengambil sikap tidak ingin adanya moratorium K-13. Yang diperlukan hanyalah sejumlah pembenahan. Salah satunya pelatihan guru. “Sebab, guru merupakan kunci utama dalam pelaksanaan K-13,” kata Sunaryo. (der/kit/c6/ayi)

Sumber : jpnn.com

Tulisan lain yang berkaitan:

imgMenyikapi Keputusan Pembatasan Kurikulum 2013 (Wednesday, 10 December 2014, 219 views, 0 respon) Jawa Pos–Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Anies Baswedan resmi memutuskan kurikulum 2013 (K-13) hanya untuk sebagian sekolah....
imgProf. Sunaryo Terpilih Kembali Menjadi Ketua Umum ISPI (Tuesday, 9 December 2014, 222 views, 0 respon) Prof. Sunaryo Kartadinata, M.Pd, Rektor Universitas Pendidikan Indonesia (UPI) terpilih kembali menjadi ketua umum ISPI masa bakti 2014-2019. Guru...
imgMusyawarah Nasional (Munas) ISPI VII dan Seminar Nasional Pendidikan (Thursday, 20 November 2014, 879 views, 2 respon) Diselenggarakan Oleh: IKATAN SARJANA PENDIDIKAN INDONESIA (ISPI) JATIM Bekerjasama Dengan UNIVERSITAS NEGERI SURABAYA UNIVERSITAS NEGERI MALANG ...
Tulisan berjudul "Surabaya Lanjutkan Kurikulum 2013" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Wednesday, 10 December 2014 (20:48)) pada kategori Info Organisasi, Kegiatan. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0. Both comments and pings are currently closed.