Penghargaan Tak Terlupakan di Hari Guru

Tuesday, 15 June 2010 (12:33) | 493 views | Print this Article

Oleh Wijaya Kusumah, S.Pd (Guru SMP Labschool Jakarta)
Rabu, 25 November 2009, bertempat di Pusat Bahasa Depdiknas Rawamangun Jakarta Timur, penulis mendapatkan penghargaan yang tak terlupakan di hari guru. Hari itu saya diminta hadir oleh salah satu panitia lomba blog Balai Bahasa Bandung, kang syarif untuk menerima hadiah berupa piala dan sertifikat sebagai pemenang pertama lomba blog tingkat nasional. Bahagia rasanya hati ini, bukan karena juga mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 4.000.000,- (Empat Juta Rupiah), tetapi penyerahan hadiah itu diberikan bertepatan dengan peringatan hari guru atau ulang tahun Persatuan Guru Republik Indonesia (PGRI) yang jatuh pada setiap tanggal 25 November setiap tahunnya. Sungguh sebuah penghargaan yang tak terlupakan di hari guru.

Penghargaan ini adalah sebuah penghargaan yang tak terlupakan seumur hidup saya sebagai guru. Sebab saya tak pernah menduga sebelumnya bahwa hasil saya nge-blog setiap hari di internet ternyata bukanlah pekerjaan sia-sia. Padahal kalau saya mau jujur, ngeblog itu pada awalnya bagi saya hanya sekedar iseng karena hanya ingin berbagi kepada teman-teman guru di seluruh Indonesia dalam dunia maya. Tak pernah terpikirkan untuk mendapatkan hadiah dari hasil nge-blog. Niat saya yang utama hanya ingin berbagi pengalaman dan pengetahuan. Berbagi apa yang saya sukai dan kuasai. Terutama tentang pengetahuan saya sebagai guru Teknologi Informasi dan Komunikasi (TIK) dan berbagi pengalaman bagaimana melakukan Penelitian Tindakan Kelas (PTK) yang akhirnya membuat saya menerbitkan buku mengenal PTK.
Buku yang saya dedikasikan agar teman-teman guru mampu untuk menulis, dan melaporkan hasil penelitiannya untuk menambah khasanah ilmu pendidikan di Indonesia.

Saya merasakan bahwa akses internet sangat bermanfaat bagi guru untuk bisa saling berbagi dan melengkapi. Apalagi saya merasakan bahwa ketersediaan sumber bacaan seperti buku di daerah sangat sulit diperoleh, dan saya berusaha apa yang saya baca, saya sharing atau bagikan kepada teman-teman guru, mahasiswa calon guru, dan juga khalayak ramai yang peduli dengan dunia pendidikan.

Kalau anda melihat blog saya di http://wijayalabs.wordpress.com, rasanya tak ada yang istimewa dari blog ini. Saya sendiri agak sedikit bingung mengapa dewan juri memilih blog saya itu sebagai pemenang pertama dari hampir 900-an peserta yang mendaftarkan blognya di Balai Bahasa Bandung dari seluruh Indonesia. Bahkan kalau mau jujur, menurut saya banyak blog yang sangat bagus dan interaktif tetapi tak terpilih menjadi pemenang. Menurut mereka ada 8 kriteria yang jadi patokan mereka dan kedelapan kriteria itu ada dalam blog saya yang lebih mengutamakan isi (content) daripada pernak-pernik blog.

Lomba blog di Balai Bahasa Bandung ini adalah lomba blog tahun kedua yang saya ikuti. Tahun pertama, saya ikut mendaftarkan diri, tetapi belum berhasil terpilih sebagai pemenang, dan alhamdulilah baru tahun ini blog saya terpilih menjadi pemenang pertamanya setelah saya banyak melakukan kegiatan tulis menulis setiap hari di dalam blog saya itu. Menurut panitia lomba, tahun depan lomba blog akan langsung didanai oleh pusat bahasa Depdiknas dan sudah dapat dipastikan, maka jumlah hadiah lomba yang diberikan pun pasti meningkat. Memotivasi para guru agar lebih aktif nge-blog.

Di sekolah, saya pandangi piala yang saya dapatkan di depan anak-anak, dan saya sampaikan kepada para peserta didik bahwa “Omjay” (panggilan saya di sekolah) baru saja mendapatkan penghargaan lomba blog untuk memotivasi mereka. Mengabarkan pada mereka bahwa menulis di blog bukanlah pekerjaan yang sia-sia. Anak-anak pun memberikan ucapan selamat dan seraya berkata, ”Wah enak juga ya pak jadi seorang blogger!”.

Tanpa saya sadari, setelah kang pepih (admin kompasiana/jurnalis kompas) mengajari dan memberikan kesempatan kepada saya untuk terus menulis di blog, baik di kompasiana maupun di blog pribadi membuat saya menjadi terbiasa dalam menulis. Blog bukan saja membuat saya menjadi terampil menulis cepat, tetapi juga membuat saya lebih kreatif dalam menulis. Dengan memiliki kreativitas menulis membuat saya menulis terus setiap hari dan membuat saya menjadi blogger aktif dengan banyaknya tulisan saya yang mendapat tanggapan publik.

Saya tak mengira sama sekali bahwa keajaiban blog telah menggiring saya mendapatkan hadiah berupa uang secara beruntun di bulan November tahun 2008 dan 2009. Sebuah keajaiban dari hasil ngeblog di internet yang banyak menuai prestasi.

Keberuntungan Pertama ádalah terpilihnya karya tulis saya dalam lomba keberhasilan guru dalam pembelajaran (LKGDP) di tingkat nasional di tahun 2008 yang berjudul “meningkatkan minat dan kreativitas menulis di kelas akselerasi melalui pengelolaan blog di Internet”. Waktu itu saya belum menjadi pemenang pertama dan hanya menjadi finalis LKGDP 2008 dengan mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 7.500.000,-.(Tujuh Juta Lima Ratus Ribu Rupiah)

Keberuntungan kedua yang saya dapatkan dari Blog adalah ketika naskah buku “Yuk Kita Ngeblog!” yang saya susun terpilih di tingkat nasional bersama 54 orang calon pemenang lainnya, dan alhamdulillah setelah melalui proses wawancara di hotel Mega Anggrek Jakarta, menjadi pemenang pertama sayembara penulisan naskah buku pengayaan 2009 di bidang keterampilan tingkat SMP yang dilaksanakan oleh Pusat Perbukuan Depdiknas.

Sebagai pemenang pertama bidang keterampilan SMP di tingkat nasional, saya mendapatkan hadiah berupa uang sebesar Rp. 20.000.000,-.(potong pph 15%). Jumlah yang sangat besar bagi seorang guru swasta, non PNS berpenghasilan kecil seperti saya. Sayapun menangis dalam kebahagiaan karena tak pernah mengira menjadi pemenang pertama. Pemenang pertama yang diperoleh dari hasil ngeblog di internet, karena ingin berbagi dengan sesama. Sesama guru yang memerlukan informasi di bidang pendidikan.

Kini, di hari guru tahun 2009 saya mendapatkan keberuntungan yang ketiga dimana saya mendapatkan hadiah uang sebesar Rp. 4.000.000,- (potong pph 15%) sebagai juara pertama lomba blog dari Pusat Bahasa. Dengan jumlah uang sebesar Rp. 24.000.000,- yang saya peroleh dalam waktu sebulan itu saya serasa menjadi jutawan kaya baru yang syukur alhamdulillah uang itu telah saya manfaatkan untuk merenovasi rumah kami di Jatibening Bekasi yang selalu terkena banjir tiap tahunnya dan sudah mulai kena rayap atapnya.

Rasa syukur tak terhingga saya ucapkan kepada Allah SWT, sebab kalau bukan skenario Engkau tidaklah mungkin seorang guru biasa seperti saya mendapatkan hadiah sebesar itu. Mohon dijauhkan dari sifat sombong dan ria. Karena Allah tidak menyukai orang yang sombong lagi membanggakan diri. Apa yang saya tuliskan di sini bukan untuk menyombongkan diri, tetapi sekedar ingin memotivasi teman-teman guru bahwa menulis di blog itu memiliki keajaiban. Keajaiban yang akan anda dapatkan bila anda fokus menekuninya dengan niat untuk sharing atau berbagi. Berbagi kepada siapa saja yang memerlukan ilmu pengetahuan dari apa yang kita kuasai dan sukai.

Kepada teman-teman pembaca semua, baik guru maupun non guru saya ucapkan banyak terima kasih, karena apa yang telah saya tuliskan di blog mendapatkan tanggapan dan sambutan yang sangat besar. Peran anda tak akan pernah saya lupakan. Berkat para pembacalah blog pendidikan ini menjadi hidup dan dikunjungi pembaca terus menerus setiap harinya. Bahkan sehari bisa mencapai 620 orang dan telah mendapatkan page range yang cukup tinggi di internet. Tulisan terpopuler yang sering dibaca adalah sistematika penulisan karya tulis ilmiah.

Penulis tanpa pembaca seperti sayur tanpa garam. Garing dan sunyi dari pengunjung. Karena itu biasakanlah membaca dan menulis, serta juga memberikan komentar di blog orang lain. Di sanalah terlihat semangat berbagi terasakan. Berbagi ilmu di bidang pendidikan yang memerlukan sentuhan guru profesional dengan semangat berbagi dan bukan hanya sekedar promosi diri sendiri alias NARSIS. Indonesia tak membutuhkan guru NARSIS, tetapi membutuhkan guru EKSIS yang selalu mengamalkan ilmunya untuk kemaslahatan orang banyak. Selalu belajar terus menerus sepanjang hayat. Menjadikan budaya membaca dan menulis menjadi budaya yang selalu melekat dalam dirinya. Mampu meneliti dan melakukan inovási baru di kelasnya sendiri.
Wahai saudaraku teman-teman guru, menulislah terus setiap hari di blog, dan biasakanlah menulis sebelum tidur, lalu buktikan apa yang terjadi. Keajaiban-keajaiban blog akan menyertai anda, bila anda komitmen dan konsisten dalam mengelola blog yang anda miliki secara gratis di internet. Membuat anda menjadi selebritis di dunia maya dan bahkan mungkin bisa lebih terkenal dari artis cantik Luna Maya.

Mendiknas, Prof. Dr. Mohammad Nuh mengatakan kepada kami, para pemenang sayembara buku pengayaan 2009, bahwa Indonesia kekurangan buku-buku yang bermutu. Buku-buku yang inspiratif seperti novel “Laskar Pelangi” karya Andrea Hirata yang tersohor itu. Juga buku cerita tentang “Sundul Bolong” yang didalamnya ada pembelajaran yang mengandung pesan bahwa kebaikan akan selalu menang melawan kejahatan.

Membaca dan menulis adalah awal suatu kemajuan, baik individu, kelompok masyarakat, maupun suatu bangsa. Dari sinilah, ilmu pengetahuan dituangkan, digagas, ditransformasikan, dan diabadikan. Guru sebagai seorang motivator dituntut agar selalu terbiasa membaca dan menulis dalam kesehariannya. Mencatat apa yang dia alami di kelasnya dan melakukan refleksi diri dengan melakukan PTK. Melalui laporan PTK yang dituliskannya guru dapat menceritakan “PENGALAMANKU MENJADI GURU INOVATIF DAN PROFESIONAL”. Menuliskan apa-apa yang dialaminya selama proses pembelajaran dan mempublikasikannya dalam jurnal-jurnal ilmiah pendidikan.

Guru inovatif dan profesional adalah guru yang mempunyai kualitas kinerja yang baik, yang mampu melaksanakan setiap tugas dan tanggung jawab dengan sebaik-baiknya. Menurut UU Guru dan Dosen No. 14 Tahun 2005, Profesional diartikan sebagai pekerjaan atau kegiatan yang dilakukan oleh seseorang dan menjadi sumber penghasilan kehidupan yang memerlukan keahlian, kemahiran, atau kecakapan yang memenuhi standar mutu atau norma tertentu serta memerlukan pendidikan profesi. Masih menurut UUGD juga, Profesi guru merupakan bidang pekerjaan khusus yang dilaksanakan berdasarkan prinsip profesionalitas sebagai berikut:
a) Memiliki bakat, minat, panggilan jiwa, dan idealisme;
b) Memiliki komitmen untuk meningkatkan mutu pendidikan, keimanan, ketakwaan, dan ahlak mulia;
c) Memiliki kualifikasi akademik dan latar belakang pendidikan sesuai dengan bidang tugas;
d) Memiliki kompetensi yang diperlukan sesuai dengan bidang tugas;
e) Memiliki tanggung jawab atas pelaksanaan tugas keprofesionalan;
f) Memperoleh penghasilan yang ditentukan sesuai dengan prestasi kerja;
g) Memiliki kesempatan untuk mengembangkan keprofesionalannya secara berkelanjutan dengan belajar sepanjang hayat;
h) Memiliki jaminan perlindungan hukum dalam melaksanakan tugas keprofesionalan; dan
i) Memiliki organisasi profesi yang mempunyai kewenangan mengatur hal-hal yang berkaitan dengan tugas keprofesionalan guru.

Menulis adalah mendesain pengalaman dan mengisi segala hal yang dijumpai melalui indera, otak dan hati untuk memperkaya pengalaman tersebut. Menulis adalah melakukan penataan pengalaman demi pencapaian visi hidup. Penataan pengalaman akan menghasilkan hidup yang menghidupkan dan perjalanan detik demi detik menjadi kisah yang menyenangkan.

Demikianlah tulisan ini dibuat untuk mengikuti Lomba Penulisan Artikel Pendidikan ISPI Daerah Jawa Tengah yang semoga bisa memotivasi teman-teman guru untuk selalu melakukan inovasi dan kreatif dalam menulis. Saya berharap tulisan ini bisa memotivasi teman-teman guru bahwa tak ada kesuksesan tanpa pengorbanan. Semua itu dimulai dari proses menulis yang dilakukan setiap hari oleh seorang guru sebelum tidur.

Menulis memudahkan kita untuk memilah, memilih, meramu dan merancang setiap episode hidup, tertata dalam pengalaman yang membuat visi hidup adalah tujuan yang terang benderang. Jasad kita boleh saja hilang diteman bumi, tetapi tulisan-tulisan kita akan tetap terkenang dan abadi sepanjang masa. Seperti tulisan almarhum Buya Hamka, dan WS.Rendra serta penulis-penulis tenar lainnya. Percayalah!

Tulisan lain yang berkaitan:

imgRefleksi Hari Guru 25 November 2010 -NALAR DEMITOLOGISASI GURU- (Wednesday, 24 November 2010, 530 views, 31 respon) Oleh Ari Kristianawati -Guru SMAN 1 Sragen dan Anggota Agupena- Peningkatan kesejahteraan guru, khususnya guru yang telah lulus program sertifikasi...
Tulisan berjudul "Penghargaan Tak Terlupakan di Hari Guru" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Tuesday, 15 June 2010 (12:33)) pada kategori Sosok. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0.
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itRedditTechnoratiBlinklist
DesignfloatDiigoMixxMeneameFurlMagnolia

8 Responses to "Penghargaan Tak Terlupakan di Hari Guru"

  1. eva says:

    subhanallah…sy jd termotivasi pak…
    untuk ikutan bikin blog… mdh2an bisa..

    [Reply]

Trackbacks

Check out what others are saying about this post...
  1. Sites we Like……

    […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

  2. Money Making Guide…

    If you want a good to see great money making guide and want to learn how to make money on internet then visit my website….

  3. abides…

    Somebody essentially help to make seriously posts I would state. This is the very first time I frequented your web page and thus far? I surprised with the research you made to create this particular publish incredible. Great job!…

  4. Trackback Link…

    […]Here are some of the sites we recommend for our visitors[…]…

  5. … [Trackback]…

    […] Read More here: ispi.or.id/2010/06/15/penghargaan-tak-terlupakan-di-hari-guru/ […]…

  6. Dena says:

    Visitor recommendations…

    […]here are several references to webpages which I link to since we believe these are truly worth visiting[…]…

  7. Our Trackback…

    […]sellers on request and that too for free, as this not only enables one to zero on the right conservative[…]…



Komentar Anda?

«
»