Cecep Darmawan : Pendidikan Karakter Merupakan Tanggung jawab Semua Pihak

Saturday, 20 November 2010 (10:22) | 745 views | Print this Article

Beberapa bulan terakhir ini, masyarakat pendidikan sedang hangat memperbincangkan seputar Pendidikan Karakter. Hal ini sejalan dengan program dari Kemendiknas tentang perlu dipertajamnya pendidikan karakter di sekolah. Dalam rangka mencari pemahaman yang lebih luas tentang bagaimana pendidikan karakter itu, Humas ISPI melakukan wawancara tertulis dengan DR. Cecep Darmawan, M.Si –Penulis, Dosen S3 Pascasarjana dan Direktur Kemahasiswaan Universitas Pendidikan Indonesia (UPI)– Proses wawancara secara tertulis dilakukan melalui email. Dosen muda yang produktif menulis di media massa ini, memiliki kepedulian tinggi dalam rangka penyebaran virus -pembumian pendidikan karakter- melalui kampus dan persekolahan dengan sering mengisi pelbagai kegiatan ilmiah -seminar dan workshop-

”Pendidikan karakter menjadi tanggung jawab semua pihak, guru, kepala sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat,” ungkap Kang Cecep kepada Humas ISPI. Berikut ini hasil wawancara lengkap dengan ayah dari tiga anak itu.

Humas ISPI : menurut bapak, apa pengertian pendidikan karakter itu?

Cecep Darmawan : Pendidikan karakter dapat diartikan sebagai suatu upaya terencana dan sistematis untuk menanamkan nilai-nilai positif kepada warga negara agar terbentuk karakter pribadi yang berkeadaban mulya. Adapun komponen yang ditanamkan kepada warga negara tersebut meliputi ranah pengetahuan, perasaan, dan tindakan yang berbasis keimanan Kepada Tuhan Yang Maha Esa dan berorentasi kepada nilai kemaslahatan bagi kemanusiaan. Intinya karakter warga negara ini haruslah ditopang oleh nilai-nilai Ilahiyah, sehingga prilaku warga negara itu terpancarkan prilaku yang imaniah dan kesholehan sosial. Jika dalam diri warga negara itu tertanam karakter positif tadi, maka nilai-nilai prilaku dirinya akan merasa diawasi oleh Tuhan Yang Maha Esa, sehingga apapun yang dilakukannya mesti menjadi kemaslahatan bagi dirinya, keluarga, orang lain, lingkungan alam,lingkungan sosial, bangsa dan negaranya, dan dunia pada umumnya.

Humas ISPI : apakah perlu adanya pendidikan karakter?

Cecep Darmawan : perdebatan yang akhir-akhir ini menjadi wacana publik terkait soal pendidikan karakter, sebenarnya sudah diamanatkan oleh UU Sisdiknas tadi. Pendidikan inheren di dalamnya pembentukan karakter. Sehingga, pendidikan karakter sejatinya bukalah persoalan baru dan bukan pula sebagai mata pelajaran baru. Kegagalan pendidikan kerap dituding sebagai faktor determinan munculnya berbagai persoalan kemanusian, kebangsaan, dan kenegaraan. Pendidikan dianggap belum berkarakter dan belum mampu melahirkan generasi baru yang memiliki karakter warga negara yang baik dan bermanfaat bagi pembangunan. Betapa negeri ini seolah salah urus pendidikan. Pendidikan hanya diukur oleh utak-atik angka-angka kuatitatif, seperti IPK, UN, dll. Sementara sikap, prilaku, dan moralitas positif perserta didik acap tidak menjadi barometer baik bagi kelulusan seseorang maupun prestasinya. Padahal justru tujuan pendidikan itu sendiri pada hakikatnya, tidak hanya menambah pengetahuan semata, melainkan secara seimbang dan serasi mesti menanamkan karakter positif terhadap sikap, prilaku, dan tindakan seseorang. Hal ini dimaksudkan agar manusia yang berpendidikan itu sehat otaknya sekaligus waras qolbu dan prilakunya. Tanpa keseimbangan itu, pendidikan hanya menghasilkan orang-orang yang pintar secara nalar ilmiah, tetapi miskin nurani Ilahiyah. Itulah sebabnya, tidak mengherankan jika kita menyaksikan orang-orang “pintar” mengabaikan etika dan moraliltas sehingga terjerumus menjadi koruptor. Diyakini, dengan kecanggihan berfikir nalar tadi, seseorang dapat “mengakali” sesuatu sebagai dasar pembenaran tindakannya. Padahal sesungguhnya tindakan tersebut merugikan orang lain, bangsa, dan negaranya sendiri. Mereka yang sejatinya menjadi bagian solusi dari persoalan kemasyarakatan dan kebangsaan, malah menjadi beban sosial yang merugikan lingkungan sekitarnya. Dari dimensi moral, ditenggarai orang-orang yang hanya pintar secara aqliyah jauh lebih berbahaya daripada orang “bodoh”. Orang yang pintar hanya secara aqliyah, dia akan menjadi orang yang egois, pragmatis, hedonis, materialis, dan tak berprikemanusiaan. Persoalannya bagaimana pendidikan yang dituding sebagai sumber masalah ini, dapat menjadi solusinya. Pendidikan mesti kembali kepada “habitat” aslinya yakni menanamkan karakter positif warga negara. Hal ini sesuai dengan fungsi pendidikan sebagimana tersurat dalam UU No 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional pada Pasal 3, yang menjelaskan bahwa pendidikan nasional berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk karakter serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa. Bahkan rumusan tujuan pendidikan nasional dinyatakan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.

Humas ISPI : apa yang melatarbelakangi pentingnya pendidikan karakter?

Cecep Darmawan : Pendidikan karakter sedang hangat diperbincangkan. Kuatnya desakan berbagai pihak terhadap pentingnya pendidikan karakter, mengindikasikan bahwa pendidikan belum berhasil merubah watak bangsa. Hari Pendidikan Nasional tahun ini pun mengangkat tema “Pendidikan Karakter untuk Membangun Peradaban Bangsa”. Tema tersebut diambil, sebagai respon pemerintah terhadap kegelisahan masyarakat terutama maraknya fenomena korupsi, tawuran, geng motor, free sex, narkoba, KDRT, peselingkuhan,praktek money politic, dll. Semakin maraknya penyimpangan sosial yang berkembang di masyarakat semakin dirasakan betapa pentingnya pendidikan karakter bagi bangsa kita.

Humas ISPI : dalam pelajaran agama dan PKn bukannya telah ada pendidikan karakter itu?

Cecep Darmawan : Sekali lagi pendidikan itu hakikatnya menanamkan karakter, sehingga tidak bisa dikatakan bahwa pendidikan karakter hanya ada dalam mata pelajaran agama dan PKN. Sebagai leading sector adalah pendidikan agama dan Pkn saya setuju, tetapi pendidikan karakter adalah amanat bagi seluruh mata pelajaran. Dengan demikian tidaklah benar anggapan bahwa pendidikan karakter hanya urusannya mata pelajaran PKN atau agama an sich. Pendidikan karakter melekat pada hakikat pendidikan itu sendiri sehingga kewajiban yang harus dilakukan para pendidikan mata pelajaran apapun. Ketidakberesan dalam lingkup pendiidkan tidak semestinya ditudingkan semata-mata kepada kegagalan mata pelajaran pendidikan Agama dan PKn, melainkan kepada semua mata pelajaran yang diajarakan di sekolah, termasuk matamatika, fisika, dll. Bahkan tidak adil jika pendidikan karakter, hanya dibebankan kepada insitusi sekolah semata. Pendidikan karakter mesti ditanamkan dan diawali di rumah, ditopang oleh lingkungan yang sehat dan pemerintah yuang menjadi tauladan.

Humas ISPI : pendidikan bekarakter itu perlu diajarkan secara khusus atau masuk dalam pelajaran yang telah ada?

Cecep Darmawan : Sekali lagi, pendidikan karakter bukan sebagai mata pelajaran . Semua mata pelajaran wajib mengarahkan siswanya menjadi manusia yang berkarakter positif. Secara praktis, pendidikan karekter yang kaitannya dengan pendidikan moral sesunguhnya sudah dicontohkan oleh para nabi dan rosul serta para sahabat dan orang-orang sholeh. Secara teoretik, pendidikan karakter misalnya dapat ditelusuri dari pandangan seorang Jerman yaitu FW Foerster (1869-1966). Bahkan dari sisi pendidikan moral, dikenal J Piaget dan L Kohlberg, yang intens menjelaskan tentang perkembangan kognitif dan moral siswa yang harus menjadi pertimbangan guru dalam proses pembelajaran.

Humas ISPI : bagaimana sebaiknya kurikulum pendidikan karakter?

Cecep Darmawan : Tidak perlu ada kurikulum khusus pendidikan karakter dalam mata pelajaran.

Humas ISPI : siapa yang bertanggung jawab dalam pendidikan karakter?

Cecep Darmawan : semua pihak, guru, kepala sekolah, orang tua, pemerintah, dan masyarakat.

Humas ISPI : bagaimana penerapan pendidikan karakter itu di sekolah dan perguruan tinggi?

Cecep Darmawan : yang terpenting keteladanan dari para pengelola di sekolah dan PT. Selain itu, ada juga resep dari Thomas Lickona (1992), yang memperkenalkan konsep “Smart and Good” citizen melalui “respect and responsibility”. Lickona mengajukan enam elemen yang harus dipertimbangkan dalam pembentukan karakter dan kultur moral di sekolah yakni, kepemimpinan moral kepala sekolah, disiplin, rasa kekeluargaan, suasana demokratis, kerjasama yang harmonis,dan ketersediaan waktu untuk memecahkan masalah-masalah moral di sekolah.

Humas ISPI : apa kendala dan hambatan dalam menerapkan pendidikan karakter?

Cecep Darmawan : Satu, Sistem pendidikan yang hanya menghargai angka-angka kuantitatif prestasi siswa/mhs (UN,IPK). Dua, masih Kurangnya keterladanan dari sebaagian para pengelola sekolah, pemerintah, dan tokoh masyarakat. Tiga, proses pembiasaan dan pembudayaan di lingkungan keluarga, sekolah dan masyarakat yang kurang intens. Empat, sekolah masih lebih menghargai siswa yang IPK nya tinggi dibandingkan siswa yang “berkarakter”.

Tulisan lain yang berkaitan:

imgKORUPSI DAN REKENING GENDUT PNS (Sunday, 11 December 2011, 379 views, 2 respon) Oleh: Dr. Cecep Darmawan, M.Si Dosen Politik Program Doktor Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia dan Direktur Kemahasiswaan UPI. Terkuaknya...
imgDinasti Politik Dalam Perspektif Ilmu Politik (Sunday, 30 January 2011, 894 views, 731 respon) Oleh Dr Cecep Darmawan (Dosen pada Sekolah Pascasarjana Universitas Pendidikan Indonesia) Meskipun Pemilu Presiden 2014 masih cukup lama, wacana...
imgMenyoal Rekrutmen CPNS (Tuesday, 28 December 2010, 542 views, 775 respon) Oleh Dr. Cecep Darmawan, S.Pd., S.Ip., M.Si –Direktur Kemahasiswaan UPI Bandung– Dalam waktu dekat pemerintah merencanakan untuk...
Tulisan berjudul "Cecep Darmawan : Pendidikan Karakter Merupakan Tanggung jawab Semua Pihak" dipublikasikan oleh Admin ISPI (Saturday, 20 November 2010 (10:22)) pada kategori Wawancara. Anda bisa mengikuti respon terhadap tulisan ini melalui feed komentar RSS 2.0.
Anda juga bisa memublikasikan tulisan ini melalui jejaring sosial/web berikut:
FacebookTwitterStumbleDigg itRedditTechnoratiBlinklist
DesignfloatDiigoMixxMeneameFurlMagnolia

129 Responses to "Cecep Darmawan : Pendidikan Karakter Merupakan Tanggung jawab Semua Pihak"

    Trackbacks

    Check out what others are saying about this post...
    1. Looking around…

      I love to look a bit in various places on the vast internet, quite often I will just go to Stumble Upon and read and check stuff out…

    2. Iron Man 3 says:

      I {and|and also|as well as|in addition to|not to mention|together with} {my buddies|my friends|my guys|my pals} {appeared to be|came|ended up|happened to be|have already been|have been|were|were actually|were found to be} {analyzing|checking|checking…

      came up with|developed|got|I got|I had} {a horrible|a terrible|an awful} {feeling|suspicion} {I had not|I never} {expressed respect to|thanked} {the blog owner|the site owner|the web blog owner|the web site owner|the website owner|you} for {them|those …

    3. Iron Man 3 says:

      Iron Man 3 Trailer…

      I needed to draft you one bit of remark to help thank you once again considering the pretty opinions you’ve discussed in this case. It is pretty open-handed of you to grant without restraint all a number of us might have supplied as an e-book to end u…

    4. Just Looking…

      When I was browsing a bit this week end I saw a nice article concerning…

    5. site says:

      Looking around…

      I love to surf a bit around the vast internet, quite often I will go to Digg and follow thru…

    6. Click here…

      […]sellers on request and that too for free, as this not only enables one to zero on the right conservative[…]…

    7. Yahoo News…

      When reading a bit Google and Bing News now I noticed this…

    8. News…

      I was reading the Yahoo news and I saw this really interesting information…

    9. Bing results…

      While searching a bit Bing and Yahoo I happily discovered this page in the search results and I do not think it match…

    10. site says:

      Tumblr…

      Tumblr just linked to this cool place…

    11. It is really really hard to find enough help…

      My friend is regularly but annoyingly saying that truly its hard to easily find some quality honest help, but here is…

    12. Tumblr article…

      I saw someone writing about this on Tumblr and it linked to…

    13. Iron Man 3 says:

      Iron Man 3 Trailer…

      I needed to post you this little bit of remark to finally give many thanks as before on the spectacular solutions you have shared on this website. It has been so incredibly open-handed of people like you to make freely all that many individuals could h…

    14. deportiva says:

      ISPI | Ikatan Sarjana Pendidikan Indonesia Pusat…

      How do you do? We loves your gorgeous editorial thanks and pls keep on going…

    15. Dreary Day…

      It was a dreary day here today, so I just took to messing around online and found…

    16. papel says:

      … [Trackback]…

      Just wish to say your article is as surprising. The clearness in your post is just nice and i could assume you are an expert on this subject. Fine with your permission allow me to grab your feed to keep updated with forthcoming post. Thanks a million a…

    17. […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]……

      […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

    18. Best Links…

      […]these are a few web page links to online sites that we connect to because we think they’re worthwhile browsing[…]…

    19. Dreary Day…

      It was a dreary day here yesterday, so I just took to messing around on the internet and realized…

    20. Super Website…

      […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]…

    21. Ready to face fire…

      After that one you might get your fireproof suit on…

    22. free pussy says:

      […] that is the end of this article. Here you’ll find some sites that we think you’ll appreciate, just click the links over[…]……

      […] Every once in a while we choose blogs that we read. Listed below are the latest sites that we choose […]……

    23. Sites we Like……

      […] Every once in a while we choose sites that we read. Listed below are the latest pages that we choose […]……

    24. Just Looking…

      When I was browsing today I saw a great article concerning…

    25. Much Thanks!…

      Thanks for taking the time to provide us all with the info!…

    26. News info…

      I was reading the news and I saw this really interesting information…



    Komentar Anda?

    «
    »